Bursa Transfer Liga 1: Persija Lepas 2 Pemain, Datangkan Rahmad

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Persija Jakarta, Yogi Rahadian mencoba melewati pemain Bhayangkara FC, Hargianto saat pertandingan Liga 1 2019 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu, 10 Agustus 2019. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Pemain Persija Jakarta, Yogi Rahadian mencoba melewati pemain Bhayangkara FC, Hargianto saat pertandingan Liga 1 2019 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu, 10 Agustus 2019. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajemen Persija Jakarta resmi melepas dua pemain mudanya Yogi Rahadian dan Yan Pieter Nasadit pada putaran kedua Liga 1 Indonesia 2019.

    Yogi selanjutnya akan bermain untuk Perseru Badak Lampung, sedangkan Yan Pieter bergabung dengan Kalteng Putra. Sebagai pengganti Yogi, Persija merekrut pemain Bhayangkara FC Rahmad Hidayat.

    CEO Persija Jakarta Ferry Paulus berharap Yogi dan Yan Pieter berkembang di klub barunya. "Mereka adalah pemain bagus. Terima kasih atas dedikasinya untuk Persija. Semoga semakin sukses bersama klub baru," ujar Ferry seperti dikutip laman resmi Persija.

    Dengan demikian, Persija Jakarta sudah melepas lima pemain di bursa transfer putaran kedua. Sebelum Yogi dan Yan Pieter, tim berjuluk Macan Kemayoran juga berpisah jalan dengan Bruno Matos, Steven Paulle. Sementara Nugroho Fatchur Rochman dipinjamkan ke PSIM Yogyakarta.

    Juara Liga 1 Indonesia 2018 Persija Jakarta saat ini menghuni posisi ke-15 klasemen sementara Liga 1 Indonesia 2019 dengan mengoleksi 17 poin dari 16 laga. Mereka baru mencatat tiga kemenangan sepanjang berjalannya Liga 1 2019.

    Pada laga berikutnya, Persija akan menghadapi tim tamu yang juga pemuncak klasemen sementara Bali United pada Kamis, 19 September 2019.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.