Dari Game, Skyla Punya Penghasilan Rp 35 Juta Sebulan

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Skyla, juri di First Warriors ini berpenghasilan Rp35 juta setiap bulan dari game, Senin, 16 September 2019. TEMPO.CO/Mei Leandha

    Skyla, juri di First Warriors ini berpenghasilan Rp35 juta setiap bulan dari game, Senin, 16 September 2019. TEMPO.CO/Mei Leandha

    TEMPO.CO, Medan - Bermain game bagi banyak orang dianggap buang-buang waktu dan tak menguntungkan. Bahkan sebagian orang tua melarang keras anaknya bermain permainan elektronik ini karena menganggap lebih banyak dampak negatif ketimbang positifnya. Game dianggap bikin ketagihan.

    Namun tudingan miring ini dibantah Muhammad Redondo Rengguna Leo Nasution. Warga Kelapa Gading, Jakarta, 25 tahun, yang populer dengan nama panggung Skyla ini bercerita mengenai game dan perkembangannya di sela-sela menjadi juri First Warriors, ajang pencarian bakat atlet eSport pertama di Indonesia yang digelar di Sun Plaza, Medan, Senin, 16 September 2019.

    "Kalau diambil sisi positifnya, kalau kita benar-benar main game pada waktunya, edukasi tidak ditinggalkan, semuanya bakal baik-baik saja," kata Skyla.

    Dia bercerita, mengenal dunia permainan sejak balita. Game pertama yang dimainkannya adalah Contra di Nintendo. Ia mengaku beruntung memiliki orang tua yang selalu mendukung hobinya dengan catatan taat aturan.

    Menurut dia, peran orang tua sangat penting dalam mendidik anaknya, apalagi terhadap anak yang memilih jalan terjun ke dunia yang masih dipandang sebelah mata. "Kalau orang tuanya salah sedikit aja, bisa jadi pisau mata dua," ucapnya.

    Skyla menyisihkan dua jam sehari untuk bermain game Free Fire. "Delapan jam kerja di kantor, dua jam buat main game sebelum tidur sambil menunggu kantuk," kata dia.

    Sebagai pelatih di salah satu eSport (olahraga elektronik), Skyla merasa wajib mengetahui game play-game play apa yang lagi tren. Ditanya soal penghasilannya, dia bilang, semenjak dikontrak First Warrior penghasilannya jadi Rp 35 juta per bulan. "Dapat Rp 35 juta, biasanya Rp 20 juta sebulan, semua dari game," katanya sambil tertawa.

    Skyla memprediksi, industri game bakal terus melonjak dalam 10 tahun mendatang. Kata dia, saat ini mencari pekerjaan di bidang game gampang karena setiap eSport sudah memiliki kantor yang minimal membutuhkan 60 orang pekerja.

    "Artinya, mencari pekerjaan di dunia game itu sudah bisa banget. Kayak saya, saya bekerja di eSport Ararki. Di lain sisi juga influencer, saya caster, coach juga. Saya bener-bener all in one-lah, semuanya saya kerjain," ujarnya sambil tersenyum.

    Soal kompetensi First Warriors di Medan, peminatnya membludak. "Crowd-nya rame banget, antusiasnya tinggi banget. Kayaknya orang-orang di sini udah pada tahu First Warrior itu apa, mereka datang ke sini sangat kompetitif banget. Bersyukur ada First Warrior, membantu orang-orang yang gak pernah ikut turnamen, sekarang bisa ikutan," kata dia.

    First Warriors adalah audisi pencarian bakat atlet eSports pertama di Indonesia yang dilakukan penyedia tv cable dan fixed broadband cable internet First Media di enam kota besar, yaitu Jakarta, Medan, Batam, Surabaya, Semarang, dan Bandung. Selain menghadirkan produk untuk para pencinta games seperti paket Game Xpert, First Warriors hadir untuk semakin melengkapi inisiatif First Media mendukung pemerintah memajukan dunia eSports.

    Deputy Chief Executive Officer (CEO) PT Link Net Tbk, Victor Indajang mengatakan, mobile gaming sedang mendominasi dunia dan Free Fire merupakan mobile game popular saat ini. Itulah sebab mereka bermitra dengan Yamisok, Garena Indonesia, dan Indonesia eSports Association (IESPA), membawa eSport Free Fire di season pertama kali ini.

    "Kami harap ajang ini akan melahirkan talenta-talenta muda berbakat yang akan meramaikan dunia eSports Indonesia,” ucap Victor.

    Untuk mendukung First Warriors, First Media menghadirkan paket Pop Game Xpert. Paket ini terdiri dari High Speed Unlimited Broadband Internet, High End Game Router, dan Best Quality Channels yang di-bundling dengan beragam merchandise menarik lainnya seperti smartphone, smartwatch, dan game voucher dengan harga paket mulai dari Rp 289.500 belum termasuk PPN.

    Tak hanya itu, mereka juga meluncurkan in-house channel khusus eSports di layanan tv cable yaitu First Warriors di channel #999 yang mulai tayang pada Oktober 2019. Channel ini akan menghadirkan lebih dari 1.000 jam konten gaming dan eSports. First Media ingin selalu menjadi yang pertama dan pengambil momen yang tepat untuk melayani masyarakat Indonesia dengan lebih baik.

    “Dalam kesempatan ini, kami mengajak banyak pihak untuk #PlayforGreatness bagi kesuksesan eSports Indonesia,” tuturnya.

    Andi Tanadi, Branch Head wilayah Medan PT Link Net Tbk menambahkan, First Warriors yang digelar terdiri dari kompetisi offline dan online. Untuk offline dimulai dari Kota Medan pada 15 September 2019. Berikutnya, acara ini digelar di Galaxy Mall Surabaya pada 22 September 2019, Istana Plaza Bandung pada 29 September 2019, dan Lippo Mall Puri, Jakarta pada 6 Oktober 2019.

    Khusus untuk Medan, sebagai bentuk dukungan perkembangan eSports, pekan lalu, komunitas Free Fire mengadakan community gathering yang dihadiri para content creator, selebgram dan Youtuber. Dalam pertemuan tersebut dibicarakan komitmen First Media mendukung perkembangan eSports di Kota Medan melalui ajang First Warriors.

    "Semoga yang terbaiklah yang menang. Kami harap wakil dari Kota Medan dan Sumatera Utara mampu bertarung dengan baik di grand final dan terpilih menjadi bagian dari tim First Raiders,” kata Andi.

    Registrasi peserta dimulai sejak peluncuran pada 22 Agustus 2019 melalui www.firstwarriors.id. Targetnya diikuti 15.000-an peserta dengan 100 lebih pertandingan. Sebanyak 48 finalis dari setiap kota akan dikarantina untuk menjadi tim profesional yang akan bertanding di grand final di Jakarta. Total hadiah yang disediakan senilai Rp1,3 miliar dan satu unit mobil Renault untuk Most Valuable Player (MVP), termasuk dikontrak eksklusif sebagai official First Raiders.

    Newzoo’s 2019 Global Games Market Report menyatakan, industri eSports akan terus bertumbuh dan mobile gaming (smartphone dan tablet) akan kembali menjadi segmen paling besar pada 2019 dengan pendapatan mencapai $68,5 miliar atau 45 persen dari pasar global games. Sebanyak 80 persen atau $54,9 miliar berasal dari smartphone games. Pada 2022, Newzoo memprediksi mobile gaming akan menghasilkan revenue sebesar $95,4 miliar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.