Valentino Rossi Tak Khawatirkan Hujan di MotoGP Aragon

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap MotoGP dari tim Yamaha, Valentino Rossi. Reuters

    Pembalap MotoGP dari tim Yamaha, Valentino Rossi. Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Duo pembalap Yamaha Valentino Rossi dan Maverick Vinales tidak khawatir jika hujan mengguyur trek Motorland Aragon pada Sabtu saat kualifikasi MotoGP Aragon karena yakin Yamaha bisa tampil baik di kondisi basah.

    Panitia penyelenggara mendapati prediksi hujan akan turun pada Sabtu di mana sesi latihan bebas FP3 dan FP4 serta babak kualifikasi digelar.

    Rossi dan Vinales mengakhiri dua sesi latihan pertama pada Jumat di peringkat tiga besar setelah Marc Marquez yang kokoh di puncak dalam sesi latihan.

    "Prediksi cuaca besok tak terlalu bagus, jadi setiap pembalap berjuang lebih keras hari ini untuk berada di 10 teratas karena mungkin di FP3 hujan akan turun," kata Rossi di Aragon, Jumat waktu setempat, seperti dikutip laman resmi MotoGP.

    "Biasanya ketika membuat hasil lebih baik di sesi kering, hal yang sama juga terjadi ketika trek basah. Mungkin besok menjadi kesempatan kami untuk mengerti apakah kami bisa lebih kuat di trek basah," kata pembalap berjuluk The Doctor itu.
     
    Rossi mengalami masalah teknis di FP1 sehingga hanya mampu melakoni sembilan lap dan finis P17. Pada sesi latihan sore, pembalap bernomor 46 itu memperbaiki catatan waktunya untuk berada di peringkat tiga secara keseluruhan.

    "Aku sangat senang karena pagi ini kami mengalami kendala. Tapi di siang hari di FP2 kami mampu memperbaiki elektronik, engine breaking, dan akselerasi dari motor. Aku merasa lebih baik," ujar pembalap veteran berusia 40 tahun itu lagi.

    Jika cuaca hujan, kemungkinan para pembalap tak bisa memperbaiki catatan waktunya di sesi FP3 yang berarti 10 pembalap teratas dari dua sesi latihan sebelumnya akan otomatis lolos ke Q2 MotoGP Aragon.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.