Formula 1 Rusia: Mercedes Was-Was, Dominasi di Sochi Terancam

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Duet pembalap Formula 1 di Tim Mercedes, Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas. (Reuters/Benoit Tessier)

    Duet pembalap Formula 1 di Tim Mercedes, Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas. (Reuters/Benoit Tessier)

    TEMPO.CO, Jakarta - Mercedes telah memenangi setiap Formula 1 Rusia sejak pertama kali digelar di Olympic Park Sochi pada 2014, namun akhir pekan nanti semuanya bisa berubah.

    Tim rival, Ferrari sedang panas-panasnya saat ini dengan Charles Leclerc dan Sebastian Vettel yang menyapu tiga kemenangan secara beruntun di antara mereka. Jika tim Kuda Jingkrak mampu meraih kemenangan keempatnya di Sochi, itu akan menjadi semacam peringatan keras bagi Mercedes.

    Lewis Hamilton, yang saat ini memuncaki klasemen dengan selisih 65 poin dari rekan satu timnya, Valtteri Bottas, sudah merasakan jika Ferrari saat ini lebih haus kemenangan dari pada tim Silver Arrow.

    "Balapan-balapan berikutnya akan sulit," kata Hamilton yang telah tiga kali menang di Sochi itu, seperti dikutip Reuters.

    Sirkuit yang berada di pinggiran Laut Hitam itu juga cukup bersahabat bagi Bottas saat pembalap asal Finlandia itu mencatatkan waktu putaran tercepatnya di Formula 1 untuk pertama kali serta naik podium teratas di sana pada 2017.

    "Aku punya sejumlah urusan yang belum selesai di Sochi. Biasanya dia menjadi trek yang baik untukku dan aku ingin memastikan itu terjadi lagi," kata Bottas yang tahun lalu diperintah mengalah untuk memberi jalan kepada Hamilton.

    Walaupun mereka belum pernah menang lagi sejak GP Hungaria pada Agustus, Mercedes masih memuncaki klasemen konstruktor dengan unggul 133 poin dari Ferrari.

    Ferrari telah menunjukkan kecepatannya di sirkuit cepat seperti Spa dan Monza dan juga di trek yang lambat dan berliku seperti Singapura. Sochi berbeda namun menawarkan kesempatan bagi mereka untuk menunjukkan kebangkitan yang sesungguhnya.

    "Ini adalah sirkuit di mana kami nyaris menang namun tak terlalu berhasil meraihnya," kata Sebastian Vettel, yang menjadi satu-satunya pembalap non-Mercedes yang pernah start dari pole position di Formula 1 Rusia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.