Basket IBL 2020: Masih Buka Pintu untuk Satu Tim Baru Lagi

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebasket Pelita Jaya Xaverius Prawiro (kiri) mencoba melewati hadangan pebasket Satria Muda Christian Sitepu (kanan) dalam gim ketiga final IBL 2018 di Jakarta, 22 April 2018. Satria Muda meraih gelar juara IBL 2018 setelah mengalahkan Pelita Jaya dengan skor 69-64 (2-1). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    Pebasket Pelita Jaya Xaverius Prawiro (kiri) mencoba melewati hadangan pebasket Satria Muda Christian Sitepu (kanan) dalam gim ketiga final IBL 2018 di Jakarta, 22 April 2018. Satria Muda meraih gelar juara IBL 2018 setelah mengalahkan Pelita Jaya dengan skor 69-64 (2-1). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Kompetisi bola basket Indonesian Basketball League (IBL) 2020 atau basket IBL 2020 masih membuka pintu untuk satu tim lagi. Demikian dituturkan Direktur Utama IBL Junas Miradiarsyah.

    "Sekarang posisi klub jumlahnya ada delapan, sembilan dengan tim nasional. Sampai saat ini kita masih terbuka dengan kemungkinan adanya klub baru," kata Junas saat ditemui di Jakarta, Selasa, 1 Oktober 2019.

    Delapan klub yang telah dipastikan mengikuti IBL 2020 adalah NSH Jakarta, Bima Perkasa Yogyakarta, Satria Muda Jakarta, Prawira Bandung, Hangtuah, Pelita Jaya, Pascific Cesar, dan Satya Wacana.

    Sayangnya, juara bertahan IBL Stapac Jakarta justru dipastikan absen pada IBL musim baru karena banyaknya pemain mereka yang direkrut untuk masuk tim nasional bola basket Indonesia.

    Junas mengatakan pihaknya masih menunggu bergabungnya klub baru untuk IBL 2020 sampai pertengahan Oktober. Tenggat waktu itu dipilih karena program ruki akan berlangsung pada Oktober yang kemudian berlanjut pada draft pada 13 November.

    Ia menambahkan bahwa sejak pertengahan Juli sudah ada beberapa klub yang menyatakan ketertarikannya berpartisipasi di IBL. Namun IBL kini memantau ketat kesiapan klub calon peserta dari segi administrasi, kemampuan operasional, serta visi klub ke depannya.

    IBL 2020 dijadwalkan menampilkan delapan seri. Seri pertama akan dimainkan di GOR Sahabat, Semarang, pada 10-12 Januari.

    Selanjutnya seri-seri reguler IBL akan dimainkan di Bandung (17-19 Januari), Jakarta (31 Januari-2 Februari), Yogyakarta (6-8 Februari), Kediri (28 Februari-1 Maret), Surabaya (6-8 Maret), Semarang (13-15 Maret), dan Yogyakarta (20-22 Maret).

    Setelah menyelesaikan seri reguler, IBL akan memainkan putaran playoff di Malang (27-29 Maret), semifinal di Bandung (3-5 April), dan final dimainkan dengan format kandang dan tandang pada 16-19 April.

    Dari seluruh tuan rumah seri, Kediri menjadi wajah baru. Pemilihan Kediri dinyatakan Junas karena kota itu memiliki ikatan sejarah yang bagus dengan olahraga bola basket. Infrastruktur bola basketnya cukup bagus, serta pemerintah kotanya mendukung kegiatan bola basket di tempat tersebut. "Kediri telah menunjukkan support yang cukup baik dari sisi infrastruktur, publisitas, kemudian dari akses dia juga bantu, market di sana juga bagus," ucap Junas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.