Tinju Dunia: Inilah Mokoena, Calon Lawan Daud Yordan di Malang

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Michael Mokoena, petinju Afrika Selatan yang akan menjadi lawan Daud Yordan dalam laga di Batu, Malang, Jawa Timur pada 17 November 2019. (Delwyn Verasamy/M&G)

    Michael Mokoena, petinju Afrika Selatan yang akan menjadi lawan Daud Yordan dalam laga di Batu, Malang, Jawa Timur pada 17 November 2019. (Delwyn Verasamy/M&G)

    TEMPO.CO, Jakarta - Daud Yordan dijadwalkan melakoni laga tinju dunia pada 17 November mendatang di Batu, Malang, Jawa Timur. Lawan yang dihadapi adalah petinju asal Afrika Selatan, Michael Mokoena.

    Hal tersebut dikatakan CEO Mahkota Promotions, Gustiantira Alandy kepada Tempo.co, Selasa malam 1 Oktober.

    Menurut pria yang akrab dipanggil Tira itu, Daud akan melakoni laga untuk mendapatkan poin agar peringkatnya di kelas ringan bisa naik.

    Semula petinju asal Sukadana, Kalimantan Barat tersebut akan ditandingkan melawan petinju veteran berusia 37 tahun asal Afrika Selatan, Malcolm Klassen. Namun rencana tersebut batal dijalankan karena alasan perizinan.

    “Sekarang kami sudah mendapatkan kepastian bahwa Mokoena akan menjadi lawan Daud di Batu, Malang pada 17 November,” kata Tira.

    Mokoena adalah petinju yang baru menapaki ring tinju profesional pada tahun 2015. Dia berasal dari Gauteng, Afrika Selatan. Reputasi Mokoena belum banyak dikenal di jagat tinju profesional. Petinju kidal tersebut memiliki rekor bertanding 15-4-0 (10 KO).

    Saat ini nama Daud Yordan sudah tidak tercantum dalam 15 besar penantang di badan tinju dunia manapun. Petinju berusia 32 tahun tersebut saat ini memiliki rekor 39-4-0 (27 KO).

    Pertarungan terakhir Daud Yordan di Pattaya, Thailand pada 4 Agustus 2019 dengan hasil menang TKO ronde 5 atas petinju tuan rumah Aekkawee Kaewmanee.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.