3 Petinju Hebat Ini Bersaing Jadi Penerus Floyd Mayweather

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vasiliy Lomachenko (kiri) bersama Luka Campbell mempromosikan pertarungan mereka yang dijadwalkan di London pada 31 Agustus 2019. (boxingscene.com)

    Vasiliy Lomachenko (kiri) bersama Luka Campbell mempromosikan pertarungan mereka yang dijadwalkan di London pada 31 Agustus 2019. (boxingscene.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Siapakah petinju kelas menengah terbaik saat ini? Sebelumnya ada Floyd Mayweather Jr yang tak terkalahkan sepanjang kariernya. Tapi, kini dia sudah pensiun dari ring tinju dunia.

    Singgasana yang ditinggal Mayweather Jr kini jadi rebutan. Banyak sosok yang muncul dan disebut layak berada di sana. Problemnya sejauh ini belum ada kata bulat soal sosok yang diakui semua pihak.

    Mayweather sendiri pekan ini ikut meramaikan diskusi dengan mengungkap petinju yang ia sebut jadi pewarisnya lewat akun instagramnya. Itulah Gervonta "Tank" Davis, yang memiliki rekor 22-0 (21 KO).

    Masalahnya, tak semua penggemar tinju setuju. Dalam diskusi yang terus muncul di media sosial, nama Davis bahkan tak banyak disebut. Dua nama lain yang justru jadi bahan perdebatan: Vasiliy Lomachenko dan Devin Haney.

    Lomachenko dinilai sudah membuktikan diri dengan performanya selam ini. Tapi, penggemar tinju yang lain menyoroti soal usianya yang sudah 31 tahun. Lagi pula ia tampak kesulitan untuk menang saat melawna Luke Campbell.

    Haney, 20 tahun, dianggap sebagai penggemarnya sebagai Mayweather berikutnya. Ia bahkan bisa menjadi versi lebih baik dari legenda tinju itu karena kemampuan dan keberaniannya di atas ring.

    Haney belakangan sudah secara terbuka menantang Lomachenko untuk bertarung. Sedangkan Davis, 24 tahun, dinilai enggan melawan jagoan kawakan ini meski selama ini memiliki beberapa peluang.

    Lalu, seperti apakah ketiga petinju yang jadi bahasan itu? Inilah sosok singkat mereka:


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.