Dua Atlet Cricket Putri Indonesia Bakal Main di Liga Australia

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bowler tim cricket putri Indonesia, Ni Made Suwandewi sedang beraksi melempar bola dalam sebuah pertandingan. (PP PCI)

    Bowler tim cricket putri Indonesia, Ni Made Suwandewi sedang beraksi melempar bola dalam sebuah pertandingan. (PP PCI)

    TEMPO.CO, Jakarta - Perlahan tapi pasti kerja keras Pengurus Pusat Persatuan Cricket Indonesia (PP PCI) pimpinan Aziz Syamsuddin membuahkan hasil. Di periode kedua kepemimpinan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) ini, PP PCI telah melahirkan dua atlet cricket putri Indonesia yang mampu menembus cricket Australia.

    Ni Made Putri Suwandewi yang akrab dipanggil Tori masuk dalam skuat Women's Global Development Squad (WGDS) yang merupakan atlet gabungan dari negara-negara yang prestasi cricketnya dinilai cukup bagus.

    Tim gabungan ini akan menghadapi tim-tim dari Women’s Big Bash League (WBBL) yang merupakan Liga Cricket Putri Profesional tertinggi di Australia. Bahkan, Tim WGDS akan menjadi bagian dalam tim profesional untuk beberapa game pertama musim ini.

    Ni Made Putri Suwandewi adalah bowler kelahiran Bali 18 Juli 1998. Salah satu dari Top 100 bowler dunia yang debut internasionalnya di tahun 2018 melawan Bhutan. Sejak saat itu. dia telah mengumpulkan 10 Wicket dalam 12 pertandingan terakhir.

    Tur ini diselenggarakan oleh Cricket Australia dengan program yang mirip dengan di Inggris, yaitu mengekspos para pemain berprestasi. Tori adalah satu satunya perwakilan Indonesia dalam tur ini.

    ICC Women’s Cricket Manager, Holly Colvin merasa Tim dari WGDS memiliki peran penting untuk meningkatkan standar dari Cricket Putri. Dan, dia menyebut WGDS adalah salah satu cara untuk mengembangkan bakat atlet.

    “Cricket Putri telah meningkat dalam beberapa tahun ke belakang dan sangat penting bagi kami menyediakan kesempatan bagi atlet-atlet berprestasi untuk belajar langsung dengan atlet-atlet kelas dunia. Ini sebagai tantangan yang harus dijawab untuk bisa menjadi lebih baik ke depan,” kata Holly Colvin.

    Di dalam Tim WGDS, Tori akan bergabung dengan Bismah Maroof ( Pakistan sebagai kapten), Rumana Ahmed, Nigar Sultana Joty (Bangladesh), Lara Martiz (Irlandia), Hannah Rowe (New Zealand), Kaia Arua, Tanya Ruma (Papua New Guinea), Katie McGill, Sarah Bryce (Skotlandia), Sornnarin Tippoch, Suleeporn Laomi, Naruemol Chaiwai (Thailand). Mereka akan ditangani pelatih kepala asal Belanda, Sean Trouw dengan Peter Ross sebagai asisten pelatih.

    Selain memperkuat Tim WGDS, Tori juga akan mewakili Indonesia di turnamen Australia Country Cricket Championship (ACCC). Dia bersama rekan Batsmen Indonesia lainnya, Ni Putu Ayu Nanda Sakarini (Nanda) akan memperkuat Tim East Asia Pasific (EAP) melawan Club kota di Australia yang akan digelar 5-11 Januari 2020. EAP merupakan gabungan atlet cricket putri dari Jepang,Vanuatu, Samoa, Papua Nugini, dan Indonesia.

    Nanda adalah Wicketkeeper dan Batsmen juga asal Bali. Skor tertinggi yang Nanda raih adalah 65 Run melawan Myanmar di ajang Kartini Cup Bali. Gadis kelahiran 24 September 1997 ini merupakan Kapten Tim Provinsi Bali.

    “Tampilnya Tori dan Nanda di Australia merupakan suatu kebanggaan. Dan, saya berharap atlet-atlet cricket dari daerah lain mampu mengikuti jejak bajang-bajang Bali yang sudah mampu menembus pertandingan Cricket Australia," kata Ketua Umum PP PCI, Aziz Syamsuddin di Jakarta, Kamis, 3 Oktober 2019.

    "Ya, khusus kepada Tori yang mendapat kesempatan menjajal kemampuan atlet-atlet cricket kelas dunia yang bermain Liga Profesional Australia diharapkan mampu memetik pengalaman berharga. Begitu juga dengan Nanda. Mudah-mudahan kedua ujung tombak Timnas Cricket Putri Indonesia bisa membawa prestasi Indonesia lebih baik ke depan," timpal Wakil Ketua Umum PP PCI, Abhiram S Yadav.

    Jadwal Tanding (All T -20s) :
    Rabu, 9 October: WGDS v Melbourne Renegades/Melbourne Stars Combined XI
    Kamis, 10 October: WGDS v Strikers; WGDS v Melbourne Renegades/Melbourne Stars Combined XI
    Jumat, 11 October: WGDS v Adelaide Strikers
    Sabtu, 13 October: WGDS v Hobart Hurricanes/Tasmanian Tigers Combined XI
    Senin, 14 October: WGDS v Hobart Hurricanes/Tasmanian Tigers Combined XI.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.