Angkat Besi Diuji di Kejuaraan Asia Junior Sebelum SEA Games 2019

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lifter putri Indonesia Windy Cantika Aisah berlatih di sela-sela pemusatan latihan nasional (Pelatnas) di Mess Kwini, Jakarta, Selasa, 10 September 2019. Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABBSI) menargetkan juara umum pada perhelatan SEA Games 2019 di Manila, FIlipina. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Lifter putri Indonesia Windy Cantika Aisah berlatih di sela-sela pemusatan latihan nasional (Pelatnas) di Mess Kwini, Jakarta, Selasa, 10 September 2019. Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABBSI) menargetkan juara umum pada perhelatan SEA Games 2019 di Manila, FIlipina. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak sebelas lifter junior Indonesia akan diuji kemampuannya pada Kejuaraan Asia Angkat Besi Junior IWF 2019 yang diharapkan menjadi ajang pemanasan mereka dalam menghadapi SEA Games 2019 pada November mendatang.

    Kejuaraan Asia Angkat Besi Junior akan diselenggarakan di Pyongyang, Korea Utara pada 19-27 Oktober mendatang.

    Lifter putra yang akan diturunkan adalah Albin Andrean Putra (kelas 50 kg), Muhammad Faathir (61 kg), Muhammad Halim Setiawan (62 kg), Muhammad Yasin (67 kg), Rizki Juniansyah (67 kg), dan Rahmat Erwin Abdullah (73 kg).

    Sementara lifter putri terdiri dari Nur Vinatasari (44 kg), Windy Cantika Aisah (49 kg), Juliana Klarisa (55 kg), Putri Aulia Andriani (59 kg), dan Tsabitha Alfiah Ramadani (64 kg).

    Pelatih nasional angkat besi Dirdja Wihardja mengatakan sebagian lifter junior Indonesia belum pernah tampil pada turnamen internasional, sehingga Kejuaraan Asia itu diharapkan dapat menambah jam terbang mereka untuk bersaing di level dunia sebelum tampil di SEA Games 2019 nanti.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.