Harapan Pelatih Persebaya Terhadap Ketua Umum PSSI Terpilih Nanti

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wolfgang Pikal bersama Bejo Sugiantoro usai laga Shopee Liga 1 2019 antara Persebaya dengan Bali United yang berakhir 1-1 kemarin di Stadion Gelora Bung Tomo. Persebaya

    Wolfgang Pikal bersama Bejo Sugiantoro usai laga Shopee Liga 1 2019 antara Persebaya dengan Bali United yang berakhir 1-1 kemarin di Stadion Gelora Bung Tomo. Persebaya

    TEMPO.CO, Surabaya - Pelatih Persebaya Surabaya, Wolfgang Pikal, berharap ketua umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) nanti tak hanya punya kemampuan teknis soal sepak bola tapi juga bisa memimpin organisasi.

    "Saya harap ketua umum baru ini punya kemampuan untuk teknis bola, tapi harus tahu memimpin organisasi," kata dia seusai memimpin anak asuhannya latihan di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Senin, 7 September 2019.

    Pria yang pernah menjadi asisten pelatih timnas ini mengatakan ketua PSSI harus bisa mencari uang dan sponsor, punya jaringan, dan bisa kerja sama dengan pemerintah untuk membantu sepakbola Indonesia.

    Dia juga berharap ketua PSSI yang baru nanti bisa membenahi kelemahan sepak bola Indonesia. Dia menyebut ada dua hal yang urgen diperbaiki, yakni pembinaan pemain dan pendidikan pelatih (coach education).

    "Pelatih Indonesia harus lebih terkualitifikasi dan pinter, dan anak-anak perlu pembinaan lebih bagus. Dari kompetisi, latihan, infrastraktur juga," kata juru taktik berkebangsaan Austria tersebut.

    Komite Pemilihan PSSI telah mengumumkan 11 kandidat yang lolos menjadi calon ketua umum PSSI periode 2019-2023. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari politikus hingga perwira polisi.

    Mereka adalah Arif Putra Wicaksono, Aven Hinelo, Bernhard Limbong, Benny Erwin, Fary Djemi Francis, La Nyalla Mattaliti, Mochamad Iriawan, Rahim Soekasah, Sarman, Vijaya Fitriyasa, dan Yesayas Oktavianus.

    NUR HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.