Soal Praven, Sekjen PBSI: Semua Atlet Pelatnas Harus Ikuti Aturan

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ganda campuran Indonesia Melati Daeva Oktavianti (kanan) dan Praveen Jordan mengembalikan kok ke ganda campuran Indonesia Hafiz Faizal dan Gloria Emanuelle Widjaja pada semifinal Japan Open 2019 di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Sabtu, 27 Juli 2019. Pasangan Praveen/Melati melaju ke babak final setelah mengalahkan pasangan Hafiz/Gloria dengan skor 21-15 dan 21-18. ANTARA /Humas PP PBSI-Widya

    Ganda campuran Indonesia Melati Daeva Oktavianti (kanan) dan Praveen Jordan mengembalikan kok ke ganda campuran Indonesia Hafiz Faizal dan Gloria Emanuelle Widjaja pada semifinal Japan Open 2019 di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Sabtu, 27 Juli 2019. Pasangan Praveen/Melati melaju ke babak final setelah mengalahkan pasangan Hafiz/Gloria dengan skor 21-15 dan 21-18. ANTARA /Humas PP PBSI-Widya

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI), Achmad Budiharto, mengingatkan kepada seluruh atlet Pelatnas PBSI agar selalu mengikuti aturan yang diterapkan di Pelatnas tersebut.

    Peringatan tersebut disampaikan secara langsung oleh Budi berkaitan dengan masalah indisipliner yang dilakukan oleh salah satu atlet Pelatnas PBSI di sektor ganda campuran, Praveen Jordan.

    “Masalah ini memang menjadi pekerjaan rumah untuk kita semua, karena seharusnya semua atlet Pelatnas PBSI mengikuti aturan-aturan yang berlaku diberlakukan di Pelatnas,” kata Budi di Jakarta, Rabu, 9 Oktober 2019.

    Menurut dia, masalah indisipliner yang dilakukan oleh Praveen itu sebetulnya bukan permasalahan yang luar biasa. Meskipun demikian, pihaknya tetap harus melakukan langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali kedepannya.

    “Sebetulnya, di semua Pelatnas juga pasti pernah ada  pelanggaran seperti itu. Kejadian itu bisa dikatakan biasa, tapi memang tetap harus diantisipasi, misalnya dengan memperketat penjagaan di Pelatnas dan lain-lain,” ujar Budi.

    Sementara itu, berkaitan dengan sanksi atau hukuman yang akan dijatuhkan kepada Praveen, dia mengungkapkan sanksi pertama akan ditentukan oleh pelatih, yaitu Richard Mainaky, kemudian akan diteruskan kepada Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PP PBSI Susy Susanti.

    “Untuk sanksi, yang pertama itu pasti dari pelatih. Kemudian, diteruskan ke Kabid Binpres. Setelah itu, baru diteruskan ke Sekjen, ke saya. Masalah ini akan kami evaluasi dulu. Yang pasti, semua atlet Pelatnas harus disiplin dan tidak boleh seenaknya sendiri, harus ikut aturan di Pelatnas,” ungkap Budi.

    Praveen Jordan kedapatan meninggalkan asrama Pelatnas PBSI tanpa sepengetahuan pelatih hingga pukul 01.00 dini hari dan tidak mengikuti sesi latihan pagi pada Senin 7 Oktober 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.