Balap Formula 1: Ancaman Topan Dipantau Ketat Jelang GP Jepang

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap tim Mercedes, Lewis Hamilton, melompat dari mobilnya saat merayakan kemenangannya dalam balapan Formula Satu (F1) Grand Prix Jepang di Sirkuit Suzuka, Jepang, Ahad, 7 Oktober 2018. Kemenangan itu secara tidak langsung menegaskan posisi Hamilton di puncak klasemen sementara F1 2018 dan makin mendekatkan dia kepada gelar juara dunia F1 kelimanya. REUTERS/Issei Kato.

    Pembalap tim Mercedes, Lewis Hamilton, melompat dari mobilnya saat merayakan kemenangannya dalam balapan Formula Satu (F1) Grand Prix Jepang di Sirkuit Suzuka, Jepang, Ahad, 7 Oktober 2018. Kemenangan itu secara tidak langsung menegaskan posisi Hamilton di puncak klasemen sementara F1 2018 dan makin mendekatkan dia kepada gelar juara dunia F1 kelimanya. REUTERS/Issei Kato.

    TEMPO.CO, Jakarta - Topan Hagibis yang sedang mengarah ke Jepang dipantau dengan ketat menjelang balapan Grand Prix Formula 1 Jepang di Sirkuit Suzuka pada akhir pekan nanti, Minggu 13 Oktober 2019.

    Federasi Otomotif internasional (FIA) mengeluarkan pernyataan pada Kamis, 10 Oktober 2019, bahwa mereka bersama penyelenggara Formula 1, Federasi Otomoti Jepang, dan panitia penyelenggara Sirkuit Suzuka memantau ketat Topan Hagibis dan dampak potensialnya terhadap GP F1 Jepang.

    "Setiap upaya sedang dilakukan untuk meminimalkan gangguan kepada jadwal Formula. Tapi, keselamatan penonton, kompetitor, dan semua orang yang ada di Sirkuit Suzuka tetap menjadi prioritas utama," demikian pernyataan FIA.

    Prakiraan menyebutkan Hagibis akan mendarat di pantai Jepang dan Tokyo, yang terletak 300 kilometer di barat Suzuka pada Sabtu saat sesi latihan bebas final dan kualifikasi digelar.

    GP Jepang sebelumnya juga diwarnai cuaca buruk, terutama pada 2014 saat hujan turun deras ketika balapan.

    Pembalap Prancis Jules Bianchi mengalami kecelakaan pada GP Jepang 2014 setelah topan membawa hujan mengguyur trek Suzuka dan mengurangi tingkat visibilitas di lapangan. Bianchi yang mengalami cedera kemudian meninggal dunia pada 2015.

    Adapun pada 2004 dan 2010, sesi kualifikasi balapan Formula 1 di Suzuka ditunda dan digelar Minggu pagi karena cuaca buruk.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.