Formula 1 Jepang Terancam Serangan Topan Hagibis

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Ferrari Sebastian Vettel beraksi dalam sesi latihan bebas Formula Satu (F1), Grand Prix Jepang, Sirkuit Suzuka, Jepang, 6 Oktober 2017. Ia mengumpulkan waktu tercepat dengan catatan 1 menit 29.166 detik. AP

    Pembalap Ferrari Sebastian Vettel beraksi dalam sesi latihan bebas Formula Satu (F1), Grand Prix Jepang, Sirkuit Suzuka, Jepang, 6 Oktober 2017. Ia mengumpulkan waktu tercepat dengan catatan 1 menit 29.166 detik. AP

    TEMPO.CO, Jakarta - Jelang Formula 1 Jepang di Suzuka akhir pekan ini, sesi kualifikasi dan latihan bebas terancam tertunda karena Topan Habigis sedang menuju ke Jepang dan telah menyebabkan dua pertandingan Piala Dunia Rugbi tertunda.

    Panitia Penyelenggara GP Jepang akan membuat keputusan pada Jumat apakah perlu menunda kualifikasi hingga Minggu pagi.

    Sementara itu, Ferrari tak akan mengulangi kekacauan team order yang dialami kedua pembalapnya, Sebastian Vettel dan Charles Leclerc, di Grand Prix Rusia dua pekan lalu.

    Strategi tim Kuda Jingkrak ini berantakan ketika Leclerc, yang start dari pole position, diminta membantu Vettel, yang start di P3, untuk menyalip rival Lewis Hamilton dari tim Mercedes ketika start.

    Setelah Vettel melesat sebagai pimpinan lomba, pembalap asal Jerman itu menolak menyerahkan kembali posisinya ke rekan satu timnya yang tertinggal cukup jauh di belakang dan malah mengakhiri lomba lebih awal karena mengalami kerusakan mekanis.

    Kedua pembalap memiliki kesepakatan pra-lomba saat itu yang menyebutkan sang pembalap Jerman menyerahkan kembali posisi yang telah diraih Leclerc namun Vettel justru membuat serangkaian waktu putaran tercepat di awal lomba dan memimpin jauh di depan.

    Vettel menolak untuk memelankan mobilnya dan mengatakan jika Leclerc harus memperkecil jaraknya menjadi sekitar 1,3 detik jika ingin menyalipnya, sementara Hamilton membayangi mereka di peringkat tiga.

    Leclerc berbicara jelang GP Jepang, Kamis, jika mereka telah membahas hal tersebut dengan kepala tim Ferrari Mattia Binotto.

    "Tentunya ada kesalahpahaman dengan mobil dan aku kira kami telah berdiskusi dan semuanya telah selesai," kata Charles Leclerc seperti dikutip AFP.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.