Roger Federer Bakal Tampil di Olimpiade Tokyo 2020, Ini Alasannya

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petenis Roger Federer, mengembalikan pukulan lawannya Grigor Dimitrov dalam pertandingan perempat final AS Terbuka di USTA Billie Jean King National Tennis Center, 4 September 2019. Mandatory Credit: Danielle Parhizkaran-USA TODAY Sports

    Petenis Roger Federer, mengembalikan pukulan lawannya Grigor Dimitrov dalam pertandingan perempat final AS Terbuka di USTA Billie Jean King National Tennis Center, 4 September 2019. Mandatory Credit: Danielle Parhizkaran-USA TODAY Sports

    TEMPO.CO, Jakarta - Roger Federer dituntun kata hatinya sebelum akhirnya mengkonfirmasi keputusannya ambil bagian dalam Olimpiade Tokyo 2020.

    Petenis Swiss itu sempat menyatakan perlu mempertimbangkan kesehatan dan keluarganya sebelum mengambil keputusan.

    "Pada akhirnya, hati saya memutuskan untuk tampil di olimpiade lagi," kata Federer di Tokyo, Jepang, demikian dilansir Reuters, Senin.

    Petenis berusia 38 tahun itu pertama kali tampil di olimpiade pada edisi 2000 di Sydney, Australia.

    Dalam penampilannya di empat edisi olimpiade, Federer menyabet medali emas nomor ganda putra bersama Stan Wawrinka di Beijing pada 2008 dan meraih perak nomor tunggal empat tahun berselang di London.

    Sayangnya, Federer absen pada 2016 di Rio de Janeiro Brasil, meninggalkan "utang" medali emas nomor tunggal untuk Swiss.

    Menyusul keputusannya, di Tokyo nanti pengoleksi 20 kali gelar juara Grand Slam itu berpeluang melunasi utangnya tersebut.

    "Beberapa pekan ini, berbulan-bulan sebenarnya, saya berdiskusi dengan tim tentang apa yang harus dilakukan pada musim panas 2020 di antara Wimbledon dan US Open," kata Federer.

    "Saya jadi pembawa bendera Swiss dua kali di Athena dan Beijing. Saya sudah meraih emas dan perak. Kini saya ingin tampil lagi dan sangat bersemangat melakukannya," pungkas Roger Federer yang bakal menginjak usia 39 tahun kala Olimpiade Tokyo 2020 digelar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.