Target Olimpiade 2032, Raja Rangkul Pengusaha Aktif di KOI

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) terpilih periode 2019-2023, Raja Sapta Oktohari (tengah) berjabat tangan dengan Ketua Umum KOI periode 2015-2019 Erick Thohir (kanan) dalam Kongres KOI di Jakarta, Rabu, 9 Oktober 2019. Raja Sapta Oktohari resmi menjadi Ketua Umum KOI 2019-2023. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) terpilih periode 2019-2023, Raja Sapta Oktohari (tengah) berjabat tangan dengan Ketua Umum KOI periode 2015-2019 Erick Thohir (kanan) dalam Kongres KOI di Jakarta, Rabu, 9 Oktober 2019. Raja Sapta Oktohari resmi menjadi Ketua Umum KOI 2019-2023. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta- Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia, Raja Sapta Oktohari, mengatakan bakal memasukkan nama-nama tenar dalam struktur pengurusannya. Nama-nama itu berasal dari kalangan pengusaha yang diharap mampu mendongkrak prestasi olahraga nasional dan meraih target menjadi tuan rumah Olimpiade 2032.

    "NOC bakal menjadi organisasi yang high profile. Kenapa high profile? Saya tidak melibatkan orang sembarangan. Orang yang terlibat di sini bakal banyak nama yang cukup antusias, contoh bendahara umum Richard sosro dari keluarga Sosro, Sekjen Ferry Kono," ujar pria yang akrab disapa Okto kepada Tempo di FX Sudirman, Jakarta, Senin, 14 Oktober 2019.

    Tujuan memasukkan nama dari kalangan pengusaha itu, kata Okto memudahkan lobi menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Pria berusia 44 tahun ini masih enggan menyebutkan nama-nama pengusaha yang bakal jadi pengurusnya. Ia bakal menggunakan jaringannya sebagai mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi). "Ke depannya struktur pengurus bakal diisi oleh nama-nama tenar karena untuk melobi olimpiade butuh keleluasaan," ungkap dia.

    Selain itu, Okto bakal merangkul kalangan lain yang di luar pengusaha untuk menyumbangkan pemikiran. Ia mengatakan bakal mengadopsi keberhasilan penyelenggaraan Asia Paragames 2018 sebagai model kerja pencalonan sebagai tuan rumah Olimpiade 2032. Ia pun berharap mendapat dukungan dari media. "Saya tidak bisa berhasil di Asian Paragames atau di tinju kalau saya tidak di-support teman-teman media," ungkap dia.

    Sebelumnya, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) periode 2015-2019 Erick Thohir mengatakan ketua umum KOI berikutnya mempunyai tantangan berat. Ia mengatakan pekerjaan terberat ialah meraih dukungan supaya Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Menurut Erick, proses pencalonan Indonesia menjadi penyelenggara Olimpiade memerlukan proses yang panjang.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.