Tahapan Transisi Peraih Piala Suhandinata, Ini Penjelasan Susy

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim bulu tangkis junior Indonesia juara Piala Suhandinata 2019 di Kazan, Rusia. (Sumber: Badminton Indonesia)

    Tim bulu tangkis junior Indonesia juara Piala Suhandinata 2019 di Kazan, Rusia. (Sumber: Badminton Indonesia)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti, mengatakan keberhasilan tim bu tangkis junior meraih Piala Suhandinata bukan didapatkan secara instan. Peraih medali Emas Olimpiade 1992 ini mengatakan persiapan tim ini bukan hanya sekadar hitungan bulan saja. "Ini sebetulnya dua tahun sebelumnya kita persiapkan," kata Susy di Jakarta, 15 Oktober 2019.

    Istri mantan atlet Alan Budikusuma ini mengatakan pengalaman bertanding Indah Cahya Sari dan kawan-kawan dibentuk melalui latihan yang keras. Menurutnya, sejak masuk pemusatan latihan nasional, seluruh pemain sudah dipatok untuk memenangkan Kejuaraan Dunia Junior dan Kejuaraan Asia Junior.

    "Untuk ke depannya yang juara kita akan siapkan ke turnamen minimal challenge, target mereka di situ. Untuk Leo/Daniel (Leo Rolly/Daniel Marthin) mereka sebetulnya sudah ikut dalam kejuaraan 100 dan 300, secara prestasi di chalenge untuk kategori senior mereka sudah juara," ungkap Susy memaparkan persiapan transisi bagi Yonathan Ramlies dari junior ke senior.

    Menurut dia, PBSI sudah menyiapkan target untuk peralihan pemain bulu tangkis junior itu ke tingkat senior. Susy mengatakan telah dipatok jangka waktu tertentu bagi atlet. "Sehingga prestasi mereka step by step meningkat ke atas," kata dia.

    Untuk memuluskan transisi pemain junior itu, kata Susy, perlu regenerasi yang berkesinambungan. Pemain junior juga harus diperhatikan dan menjadi prioritas. "Contohnya kalau sebelumnya kita hanya mengawalkan Owi/Butet lagi, Owi/Butet lagi," ungkap Susi menjelaskan kondisi pelatnas yang hanya mengandalkan pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

    Tahapan mengirim ke kejuaraan, kata Susy, harus pas dan punya skala prioritas. Ia menyebutkan untuk turnamen tingkat 1000, 750, 500 tetap mengutamakan pemain rangking atas. Menurut dia, pemain junior itu bakal dikirim ke turnamen tingkat 100 untuk mengumpulkan poin untuk rangking di BWF. Pelatih juga harus tetap memberikan perhatian bagi pemain junior yang baru naik tingkat ke senior.

    "Secara kepelatihan penanganan juga tidak boleh ditinggalkan. Pada saat masuk ke senior, mereka jadi paling belakang, kadang-kadang mungkin senior turun baru dia naik, itu nggak boleh," ungkap dia.

    Ia menyebutkan setiap kategori turnamen pemain dan pelatih harus punya target. "Itu terus setiap kita arahkan ke pelatih dan atlet mereka punya target setiap pertandingan mereka harus punya target," kata Susy Susanti.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.