Tenis Junior Amman Mineral Digelar, Diikuti 16 Negara

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nauvaldo Jati Agatra, petenis junior putra Indonesia. (foto: Pelti)

    Nauvaldo Jati Agatra, petenis junior putra Indonesia. (foto: Pelti)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kejuaraan tenis bertajuk Amman Mineral International Junior Championship akan diikuti para petenis dari 16 negara, demikian keterangan resmi turnamen.

    "Petenis junior Indonesia membutuhkan lebih banyak ajang seperti Amman International Junior Championship 2019 di tanah air, agar mereka bisa merintis jalan menuju prestasi dunia," kata ketua umum PP Pelti Rildo Anwar, di Jakarta, Minggu.

    Turnamen besutan Pengurus Pusat Persatuan Lawn Tennis Indonesia (PP Pelti) itu dihelat pada 22 sampai 27 Oktober 2019 di lapangan tenis Elite Club Epicentrum, Jakarta.

    Gengsi turnamen tersebut untuk kategori junior tidak dapat dipandang enteng, karena telah masuk kalender kompetisi resmi Federasi Tenis Internasional (ITF) World Tennis Tour Juniors kategori Grade 5.

    Turnamen itu akan memperebutkan gelar tunggal putra dan putri, serta ganda putra dan putri. Syarat usia bagi para peserta adalah petenis kelahiran 1 Januari 2001 sampai 31 Desember 2006.

    Pada kategori tunggal putra, petenis India Aryan Bathia (peringkat 628 dunia junior) akan menjadi unggulan teratas. Sedangkan petenis Taiwan Ya Chi Shu (658) merupakan unggulan teratas untuk kategori tunggal putri.

    Indonesia akan menumpukan harapan kepada Nauvaldo Jati Agatra (774), M. Ali Akbar Ramadhani (810), Gunawan Trismuwantara (972), Rifqy Sukma Ramadhan (997), dan Ari Fahresi (1.015) untuk kategori tunggal putra.

    Pada kategori tunggal putri tenis Amman Mineral International, Indonesia mengandalkan Nur Mega Rosita Hadiati (1.451), Cartika Wisesha Dewi Saraswati (1.495), Anggi Dwi Hidayati (1.547), dan Felicia Halim (1.564).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.