Tinju Dunia: Begini Strategi Daud Yordan Hadapi Michael Mokoena

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petinju Indonesia Daud Yordan berlatih di Denpasar, Bali, Senin, 29 Juli 2019. Petinju Daud Yordan terus melakukan persiapan fisik, teknik dan mental menjelang keberangkatannya ke Pattaya, Thailand untuk pertarungan bertajuk

    Petinju Indonesia Daud Yordan berlatih di Denpasar, Bali, Senin, 29 Juli 2019. Petinju Daud Yordan terus melakukan persiapan fisik, teknik dan mental menjelang keberangkatannya ke Pattaya, Thailand untuk pertarungan bertajuk "WBC International Challenge Belt" melawan petinju tuan rumah Aekkawee Kaewmanee pada 4 Agustus mendatang. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Petinju Indonesia pemegang gelar WBO Intercontinental kelas ringan (61,2 kilogram), Daud Yordan, mulai fokus berlatih dengan mitra tanding untuk persiapan laga tinju dunia menghadapi petinju Afrika Selatan, Michael Mokoena, di Malang, Jawa Timur, 17 November 2019.

    Daud Yordan mengatakan, pekan ini dirinya mulai berlatih dengan mitra tanding.

    "Sudah ada empat petinju yang disiapkan untuk mendampingi latihan dan semuanya petinju lokal. Mereka adalah Rey, Lewi, dan Daudi Bahari," kata petinju dengan rekor bertarung 39 kali menang (27 di antaranya dengan KO) dan empat kali kalah tersebut.

    Termasuk juga petinju Ongen Saknosiwi yang akan tampil bersama Daud Yordan, melawan petinju Filipina Marco Demecillo. "Ongen juga akan menjadi sparring partner saya saat latihan," kata petinju kelahiran Sukadana, Kalimantan Barat, 10 Juni 1987 tersebut.

    Ketika ditanya apakah sudah melihat dan mempelajari gaya bertarung petinju Afrika Selatan tersebut, Daud Yordan mengatakan, dirinya sudah melihat dan mempelajari gaya bertarung petinju Afrika Selatan.

    Menghadapi petinju tersebut, kata dia, dirinya harus tampil lebih agresif sesuai dengan ciri khas gaya bertarung dirinya."Tentunya saya harus tampil lebih agresif
    seperti kebiasaan saya," katanya.

    Apalagi, kata petinju Sasana Kayong Utara tersebut, melihat postur tubuhnya lawan lebih tinggi dari dirinya. "Saya harus lebih tampil agresif, menekan, dan tampil lebih variatif dan tidak monoton," katanya.

    Latihan dengan "sparring partner" tersebut dilakukan Daud Yordan setelah sebelumnya menjalani latihan dengan fokus untuk ah penguatan otot-otot tubuh seperti tangan,kaki, dan perut.

    Pertarungan melawan petinju Afrika Selatan mendatang merupakan yang ketiga kalinya bagi Daud Yordan selama berkarier di dunia tinju profesional, karena sebelumnya dua kali menghadari Afrika Selatan.

    Ketika masih berkecimpung di kelas bulu, Daud Yordan pernah menghadapi Simpiwe Vetyeka asal Afrika Selatan. Di pertarungan yang dimainkan di Jakarta, 14 April 2013 itu, Daud kalah TKO ronde 12.

    Kemudian pada 6 Desember 2013, Daud Yordan pernah mengalahkan petinju Afrika Selatan lainnya, Sipho Taliwe lewat angka 12 ronde di Perth, Australia.

    Selain mempertemukan Daud Yordan lawan Michael Mokoena, promotor juga akan mengelar laga antara petinju Indonesia lainnya Ongen Saknosiwi, yang merupakan juara WBC Asia, melawan petinju Filipina Marco Demecillo.

    Daud Yordan memiliki rekor bertarung 39 kali menang (27 di antaranya dengan KO) dan empat kali kalah, sedangkan calon lawannya petinju Afrika Selatan tersebut memiliki rekor bertarung 15 kali menang (10 di antaranya dengan KO) dan empat kali kalah.

    Pertarungan terakhir yang dijalani Daud Yordan adalah ketika menang TKO ronde kelima atas petinju Thailand, Aekkawee Kaewmanee di Pattaya, Thailand, 4 agustus 2019.

    Sedangkan pertarungan tinju dunia terakhir yang dijalani Michael Mokoena adalah saat dikalahkan rekan senegaranya Siphosethu Mvula pada pertarungan di Inggris, 29 September 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.