Kurang Biaya, Tim Esport Malaysia Batal Berlaga di OWWC 2019

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi eSports. (foxpsorts.com.au)

    Ilustrasi eSports. (foxpsorts.com.au)

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Esport Overwatch Malaysia mewakili Malaysia di Overwatch World Cup (OWWC) 2019 di Anaheim, California, Amerika Serikat, pada 1 dan 2 November 2019. Namun tim tersebut batal berlaga di turnamen kelas dunia itu dengan alasan kurangnya biaya.

    "Dengan sangat menyesal saya mengumumkan bahwa Tim Malaysia TIDAK akan berpartisipasi dalam Piala Dunia Overwatch tahun ini," demikian tertulis dalam akun Twitter-nya @malaysiaowwc baru-baru ini.

    Akun tersebut juga menuliskan bahwa terlepas dari upaya yang dilakukan untuk menggalang dukungan dan mengumpulkan dana yang diperlukan dari pihak-pihak terkait, tim ini mengaku gagal memenuhi target untuk bersaing di turnamen, yang diadakan di BlizzCon itu.

    General Manager Team Malaysia, Kenn Leandre, menjelaskan tentang apa yang menyebabkan penarikan tim dari kompetisi. "Tim perlu mengamankan setidaknya 120.000 Ringgit Malaysia (setara Rp 408 juta) untuk bepergian ke California berkompetisi," ujar Leandre, dikutip Vulcanpost.

    Leandre menyebutkan bahwa tim tidak dapat mengumpulkan dana yang cukup dari pihak-pihak terkait, termasuk permintaan bantuan kepada perusahaan nasional.

    Setelah beredar informasi dari Team Overwatch Malaysia, Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Syed Saddiq ikut mengunggah komentar ke Twitter untuk menenangkan para netizen yang kecewa. "60.000 Ringgit Malaysia (setara Rp 204 juta) telah dialokasikan untuk tim yang berlaga di OWWC 2019," tulis Saddiq.

    Namun, menurut Leandre, uang itu hanya akan tersedia pada November, artinya terlambat bagi tim untuk melakukan persiapan kompetisi. Leandre juga sudah mendekati sponsor potensial lainnya seperti MAS untuk mensponsori penerbangan tim ke kompetisi, tapi mereka ditolak.

    Mereka juga menerima respons yang sama dari perusahaan telekomunikasi lokal dan merek perangkat keras esports-centric. Mereka pun memutuskan untuk mencoba jalan crowdfunding yang belum dijelajahi melalui merchandising. Pada akhirnya, mereka berhasil menjual 70 kaus, tapi itu tidak cukup untuk mengirim tim ke luar negeri.

    VULCANPOST


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.