Indonesia Borong Medali di Kejuaraan Angkat Besi Asia Junior

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lifter putri Indonesia Windy Cantika Aisah berlatih di sela-sela pemusatan latihan nasional (Pelatnas) di Mess Kwini, Jakarta, Selasa, 10 September 2019. Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABBSI) menargetkan juara umum pada perhelatan SEA Games 2019 di Manila, FIlipina. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Lifter putri Indonesia Windy Cantika Aisah berlatih di sela-sela pemusatan latihan nasional (Pelatnas) di Mess Kwini, Jakarta, Selasa, 10 September 2019. Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABBSI) menargetkan juara umum pada perhelatan SEA Games 2019 di Manila, FIlipina. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Atlet angkat besi Indonesia memborong medali saat tampil di Kejuaraan Asia Junior dan Remaja IWF 2019 di Pyongyang, Korea Utara, Selasa, 23 Oktober 2019. Medali berhasil direbut lewat Windy Cantika yang tampil di kelas 49 kg dan Muhammad Faathir yang turun di 61 kg. 

    Manajer Pelatnas Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Binaraga, dan Angkat Berat Seluruh Indonesia (PB PABBSI), Sonny Kasiran, mengatakan prestasi tersebut merupakan bukti bahwa atlet junior sudah bisa berbicara banyak di level Asia.  

    Ia berharap kedua atlet terus mendapat pembinaan di Pelatnas begitu kembali ke Indonesia. "Jika terputus, dikhawatirkan mereka akan disusul oleh lawan di bawahnya dan untuk mengejarnya butuh waktu yang cukup lama. Biasanya ini yang selalu menjadi masalah di Indonesia," kata Sonny, Rabu, 23 Oktober 2019. 

    Di Kejuaraan Asia Junior dan Remaja, Faathir yang berusia 16 tahun itu berhasil merebut tiga emas sekaligus memecahkan dua rekor dunia dan tiga rekor Asia di kelas 61 kg. Tiga emas dipersembahkan pada nomor snatch (119 kg), clean and jerk (153 kg), dan total angkatan (272 kg).

    Adapun dua rekor dunia yang dipecahkannya, yakni snacth dari 118 kg menjadi 119 kg, clean and jerk dari 149 kg menjadi 153 kg, serta total angkatan dari 269 kg menjadi 272 kg yang sebelumnya dipegang oleh lifter Turki Donen Dogan.

    Sementara tiga rekor Asia yang dipecahkan pada kejuaraan tersebut adalah total angkatan snatch dari 118 kg menjadi 119 kg, clean and jerk dari 149 kg menjadi 153 kg, serta total angkatan dari 261 kg menjadi 272 kg.

    Di nomor putri, lifter andalan Indonesia Windy juga menyabet satu emas dan dua perak di kelas 49 kg. Medali emas dipersembahkan di snatch seberat 84 kg dan clean and jerk 102 kg. Sementara pada nomor total angkatan, Windy harus puas dengan perak setelah mengangkat beban 186 kg.

    Dalam kejuaraan yang berlangsung 19-27 Oktober 2019, Windy juga berhasil memecahkan tiga rekor dunia maupun Asia remaja. Ia berhasil memecahkan rekor snatch 82 kg menjadi 84 kg, clean and jerk dari 100 kg menjadi 102 kg, serta total angkatan dari 182 kg menjadi 186 kg.

    Ada beberapa lifter Indonesia lainnya yang tampil di kejuaraan itu, seperti Rizky Juniansyah (67 kg) meraih tiga medali perak dan Mohammad Yasin (67 kg) meraih satu medali perak dan satu perunggu.

    Sonny menuturkan bahwa keberhasilan para lifter junior ini merupakan modal awal bagi tetap berjalannya regenerasi di angkat besi. Selain itu, kejuaraan ini merupakan ajang kualifikasi untuk mendongkrak poin menuju Olimpiade 2020 Tokyo.

    Sebanyak 11 lifter junior Indonesia tengah diuji kemampuannya pada Kejuaraan Asia Angkat Besi Junior dan Remaja IWF 2019. Harapannya itu dapat menjadi batu loncatan mereka dalam mempersiapkan SEA Games Filipina.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.