Audisi Bulu Tangkis Djarum Kembali Digelar, Ini Sasaran Utamanya

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tulisan Djarum yang masih terpasang pada nomor punggung peserta Audisi Umum Besiswa Bulu Tangkis 2019 di GOR Satria, Purwokerto, Ahad, 7 September 2019. TEMPO/Irsyan Hasyim

    Tulisan Djarum yang masih terpasang pada nomor punggung peserta Audisi Umum Besiswa Bulu Tangkis 2019 di GOR Satria, Purwokerto, Ahad, 7 September 2019. TEMPO/Irsyan Hasyim

    TEMPO.CO, Jakarta - P

    PerkumpulanBulu Tangkis Djarum kembali menggelar Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis 2019 yang berlangsung di GOR RM. Said, Karanganyar, Jawa Tengah, pada 27--29 Oktober.

    "Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis kembali digelar di Solo Raya karena animo yang cukup tinggi mengingat daerah ini meliputi Kota Praja Surakarta, Kabupaten Karanganyar, Sragen, Wonogiri, Sukoharjo, Klaten, dan Boyolali," kata Yoppy Rosimin, Direktur Program Bakti Olah Raga Djarum Foundation.

    Audisi di Solo Raya digelar setelah sukses diselenggarakan di Kota Bandung, Purwokerto, dan Surabaya. Tahun ini, pencarian atlet belia difokuskan pada dua kelompok usia yakni di bawah usia 11 tahun (U-11) dan di bawah usia 13 tahun (U-13), baik putra dan putri.

    PB Djarum berharap dengan fokus pada dua kategori tersebut dapat secara maksimal mengasah bakat dan mental para atlet sejak dini.

    Bibit berkualitas di Solo Raya bisa dilihat dari hasil Audisi Umum 2018, di mana Solo Raya mendominasi jumlah peserta yang meraih Super Tiket yang melaju ke babak final audisi di Kudus. Solo Raya menyumbangkan 48 peserta dari total 219 pebulutangkis hasil penjaringan delapan kota pada tahun sebelumnya.

    Menurut dia, berkaca dengan raihan Super Tiket tahun lalu di Solo Raya, menunjukkan bahwa wilayah ini, menyimpan banyak sekali bibit-bibit pebulutangkis berkualitas super yang berpotensi menjadi pahlawan Indonesia di dunia bulutangkis di masa mendatang. Untuk itu, PB Djarum kembali menggelar Audisi Umum di Solo Raya.

    Yoppy mengatakan bibit-bibit pebulutangkis berkualitas di Solo Raya sudah mulai menunjukkan tajinya di kancah internasional. Salah satunya ialah Ribka Sugiarto yang sukses menjadi kampiun di ajang Asia Junior Championships 2018. Leo Rolly Carnando asal Klaten yang baru saja memboyong medali emas di sektor ganda putra dalam ajang World Junior Championships 2019.

    "Kami berharap melalui Audisi Umum di Solo Raya ini, dapat menemukan lebih banyak lagi bakat-bakat istimewa seperti Leo dan Ribka yang akan diasah kemampuan dan mentalnya di PB Djarum, sehingga bisa mengharumkan nama Indonesia di masa mendatang," katanya.

    Manager Tim PB Djarum Fung Permadi mengatakan proses penjaringan akan dipantau langsung oleh Tim Pencari Bakat yang berisikan legenda bulu tangkis Indonesia dan juga pelatih PB Djarum. Skuat ini akan dikomandoi langsung dengan anggota tim Denny Kantono, Fran Kurniawan, Sigit Budiarto, Lilyana Natsir, Ellen Angelina, Basri Yusuf, Komala Dewi, Bandar Sigit, Imam Tohari, Reni dan Engga Setiawan.

    Tim Pencari Bakat akan menjadi mata dan telinga PB Djarum dalam menemukan bibit berkualitas pada Audisi Umum yang digelar selama tiga hari di Karanganyar ini. Mereka akan terjun langsung memantau bakat istimewa para peserta baik dari segi teknik, skil hingga postur tubuh. Namun, bila ada pemain yang memiliki bakat istimewa lainnya, pihaknya juga membuka pintu untuk bergabung dan berlatih sebagai atlet PB Djarum.

    Sekretaris Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Achmad Budhiarto mengatakan pihaknya mengapresiasi PB Djarum dengan kegiatan audisi umum bulu tangkis tersebut banyak atlet nasional yang berbicara di kancah internasional untuk mengharumkan bangsa.

    "PB Djarum merupakan kontributor utama atlet bulu tangkis nasional. Kami melihat sekitar 45 persen atlet pelatnas merupakan atlet dari PB Djarum. Bahkan, 16 pebulutangkis junior yang dikirim ke kejuaraan di Rusia, 12 atlet di antaranya dari PB Djarum," kata Sekretaris PBSI itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.