Tenis Swiss Indoor: Roger Federer Raih Kemenangan ke-50 Tahun Ini

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petenis Roger Federer, mengembalikan pukulan lawannya Grigor Dimitrov dalam pertandingan perempat final AS Terbuka di USTA Billie Jean King National Tennis Center, 4 September 2019. Mandatory Credit: Geoff Burke-USA TODAY Sports

    Petenis Roger Federer, mengembalikan pukulan lawannya Grigor Dimitrov dalam pertandingan perempat final AS Terbuka di USTA Billie Jean King National Tennis Center, 4 September 2019. Mandatory Credit: Geoff Burke-USA TODAY Sports

    TEMPO.CO, Jakarta - Unggulan utama Roger Federer menyingkirkan unggulan ketiga dari Yunani, Stefanos Tsitsipas, dengan 6-4 6-4 pada semifinal kejuaraan Swiss Indoors di Basel, Sabtu waktu setempat, yang merupakan kemenangan ke-50 petenis Swiss itu sepanjang musim ini.

    Ini ke-16 kalinya Federer memenangkan 50 pertandingan ATP dalam satu musim dan dia belum kehilangan satu set pun pada turnamen Basel tahun ini, di mana dia kini memenangkan 23 pertandingan berturut-turut selama beberapa tahun.

    Petenis berusia 38 tahun itu akan memburu gelar ke-10 di tanah kelahirannya saat menghadapi petenis non-unggulan dari Australia, Alex de Minaur, dalam final Minggu. Dan ini adalah final level tour ke-157 dia selama kariernya.

    Mantan petenis nomor satu dunia asal Swiss itu tidak kehilangan satu pun servis --dengan persentase kemenangan servis pertama yang tinggi pada 80 persen dan servis kedua 85 persen-- dan dua kali menggagalkan servis Tsitsipas dalam pertandingan yang berlangsung 78 menit itu.

    Federer, yang mencatat 28 pukulan winner, juga menjadi ancaman yang konstan ketika berada di depan net dengan memenangkan sembilan dari 10 poin di depan net dalam set pembuka saja.

    De Minaur sendiri mengalahkan petenis Amerika Reilly Opelka 7-6(2) 6-7(4) 7-6(3) pada semifinal yang lain.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.