Dikunjungi Menpora di Pelatnas, Ini Harapan Eko Yuli Irawan

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lifter Indonesia, Eko Yuli Irawan. (antara)

    Lifter Indonesia, Eko Yuli Irawan. (antara)

    TEMPO.CO, Jakarta- Lifter Indonesia, Eko Yuli Irawan,
    berharap Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali bisa membikin program kerja gebrakkan bagi cabang angkat besi dengan merujuk standar minimal dari era Imam Nahrawi.

    "Untuk menteri baru kalau bisa bikin gebrakan. Kalau kemarin ada ketertinggalan, ada kekurangan dari pendanaan, kalau ada proposalnya yang turunnya agak lama, besok bisa dipercepat," katanya seusai mendapat kunjungan dari Zainudin Amali di Pelatnas Angkat Besi di Jalan Kwini, Jakarta, Senin, 28 Oktober 2019.

    Menurut dia, Zainudin harus bisa memberikan perhatian tahun depan untuk persiapan Olimpiade 2020. Ia menyebutkan kebutuhan untuk persiapan Olimpiade jauh besar dari SEA Games 2019. "Kalau jumlah atlet tidak sebesar SEA Games," kata dia.

    Saat mengunjungi Pelatnas Angkat Besi, Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, dan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABBSI), Djoko Pramono, sempat mengeluhkan keterlambatan pencairan dana dari Kemenpora kepada Zainudin.

    Ia menyebutkan masih beruntung keterlambatan pencairan dana tidak menganggu persiapan atlet karena masih bisa ditalangi oleh Ketua PB PABBSI Rosan P. Roeslani. "Untung masih ada Pak Rosan yang biasa memakai koceknya dulu," kata dia.
    .
    Menanggapi keluhan dari PABBSI, Zainudin mengatakan sengaja di setiap kunjungan ke cabang olahraga membawa staf Kemenpora. Hal dilakukan supaya seluruh permasalahan bisa dicatat dan ditindaklanjuti. "Karena ini penggunaan APBN, ini uang negara, kita harus hati-hati. Saya sudah sampai ke teman-teman di Kemenpora, tidak boleh ada satu rupiah pun yang pengunaan menyimpang," kata dia.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.