Tinju Dunia: Pukulan Kovalev Tewaskan Simakov, Simak Videonya

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bernard Hopkins (kiri) menahan pukulan Sergey Kovalev, di pertandingan tinju kelas berat IBF, WBA dan WBO, di Atlantic City, AS, 8 November 2014. AP/Tim Larsen

    Bernard Hopkins (kiri) menahan pukulan Sergey Kovalev, di pertandingan tinju kelas berat IBF, WBA dan WBO, di Atlantic City, AS, 8 November 2014. AP/Tim Larsen

    TEMPO.CO, Jakarta - Sergey Kovalev yang akan melakoni laga tinju dunia melawan Saul Canelo Alvarez di Las Vegas pada Sabtu 2 November 2019 atau Mingu pagi WIB, punya trauma dalam karier tinjunya. Juara kelas berat ringan (79 kg) itu pernah menewaskan lawannya, Roman Simakov.

    Pertarungan Kovalev vs Simakov yang sama-sama berasal dari Rusia digelar di Ekaterinburg pada 5 Desember 2011. Laga tersebut memperebutkan gelar kelas berat ringan WBC Asia, dan dijadwalkan 12 ronde.

    Kovalev menang TKO ronde 7, setelah mendominasi pertarungan dan memberondong Simakov lewat kombinasi pukulan keras. Namun kemenangan tersebut berbuntut duka berkepanjangan.

    Simakov yang kalah TKO dan harus ditandu untuk turun dari ring akhirnya tewas di rumah sakit karena gegar otak. Peristiwa tersebut diakui Kovalev memberinya trauma.

    “Saya kenal baik Roman, dia teman lama dan kami pernah bertanding di amatir. Saya tahu dia petinju yang bagus dan kuat, sebab itu saya mempersiapkan diri dengan baik karena saat itu merupakan pertarungan perebutan gelar regional,” ujar Kovalev berkisah.

    “Sebelum pertandingan sia sepertinya baik-baik saja. Kami bertegur sapa, dan dia bilang siap untuk bertarung. Ternyata faktanya sama sekali berbeda, Roman meninggal. Kalau teringat peristiwa itu saya sangat menyesal, kenapa tidak segera menghentikan serangan sebelum Roman jatuh. Itu sebuah peristiwa yang membuat saya trauma berkepanjangan,” kata Kovalev lagi.

    Setelah kejadian itu Kovalev mengakui dirinya seperti diteror karena harus menghadapi berbagai penyelidikan, mulai dari badan pengawas olahraga hingga kepolisian Rusia.

    Perlahan Kovalev yang kini berusia 36 tahun dan memiliki rekor bertanding 34-3-1 (29 KO) berusaha lepas dari trauma peristiwa tragis tersebut, hingga akhirnya dia mampu menjadi juara dunia kelas berat ringan di tiga badan tinju dunia.

    Akhir pekan nanti Sergey Kovalev akan menghadapi pertarungan terakbar selama kariernya di tinju dunia, menghadapi bintang tinju Meksiko yang sedang naik daun Saul Canelo Alvarez. Sanggupkah Kovalev mengalahkan tekanan yang ada?

    SPORTS ILLUSTRATED | YAHOO SPORTS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.