SEA Games 2019: Kemenpora Masih Verifikasi Anggaran Rp 64 M

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Chief de Mission SEA Games 2019 Harry Warganegara (kanan) bersiap bermain squash dengan pemain timnas squash Indonesia Catur Yuliana saat pelatnas SEA Games 2019 di Lapangan Squash, Kompleks GBK, Jakarta, Kamis 31 Oktober 2019. Timnas squash Indonesia menargetkan satu medali emas dalam SEA Games 2019 Filipina. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    Chief de Mission SEA Games 2019 Harry Warganegara (kanan) bersiap bermain squash dengan pemain timnas squash Indonesia Catur Yuliana saat pelatnas SEA Games 2019 di Lapangan Squash, Kompleks GBK, Jakarta, Kamis 31 Oktober 2019. Timnas squash Indonesia menargetkan satu medali emas dalam SEA Games 2019 Filipina. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta- Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga, Gatot S Dewa Broto menyampaikan bahwa masih perlu melalukan verifikasi perihal penambahan jumlah anggaran SEA Games 2019 yakni Rp 64 miliar dari sebelumnya sebesar Rp 47 miliar.

    Ia mengatakan bakal memenuhi seluruh kebutuhan dari Kontingen Merah Putih yang berangkat ke Manila, Filipina. "Tapi Rp 64 miliar itu masih perlu diverifikasi apakah perlu semua, kan perlu diverifikasi. Kalau tidak nanti jadi temuan BPK," kata dia di kantornya, Jalan Gerbang Pemuda, Jakarta, Senin, 4 November 2019.

    Adapun pesta olahraga multicabang Asia Tenggara, yaitu SEA Games ke-30 akan berlangsung di Filipina dan dibuka secara resmi pada 30 November 2019 ini.

    Gatot menambahkan bahwa mereka melakukan proses pencairan anggaran untuk beberapa cabang olahraga yang terlambat memasukkan proposal. Menurut dia, beberapa cabang  seperti wushu, skate board, panjat tebing, dan bola tangan telah mendapat pencairan dari Kantor Pelayanan Penbendaharan Negara (KPPN). "Ada yang sudah berproses, ada yang belum," kata dia.

    Sebelumnya, Chef de Mission (CdM) SEA Games Kontingen Indonesia Harry Warganegara mengajukan penambahan anggaran menjadi Rp 64 miliar untuk persiapan timnas Merah Putih mengikuti pesta olahraga Asia Tenggara di Filipina pada November mendatang.

    "Kontingen Indonesia yang mendaftarkan diri telah melebihi kapasitas. Oleh karena itu, kami menyarankan agar pemerintah dapat menambahkan anggaran," kata Harry.

    Anggaran tersebut meliputi pembiayaan atlet yang terdaftar sebanyak 773 orang dengan komposisi ofisial 1 banding 2, serta potensi ekstra ofisial hingga 10 persen yang berkaitan dengan tim medis dan lainnya. Dengan demikian, jumlah keseluruhan kontingen Indonesia diperkirakan berjumlah 1.276 orang.

    "Ini potret yang bisa kami sampaikan bahwa alokasi pendanaan untuk SEA Games saat ini Rp 47 miliar dan ini hanya akan bisa dialokasikan untuk 800 orang. Kalau jumlah kontingen mencapai 1.276 atlet dan ofisial, dana yang dibutuhkan sekitar Rp 64 miliar," ujar Harry.

    Untuk sisa anggaran yang tidak bisa dipenuhi oleh pemerintah buat SEA Games 2019, Harry mengatakan bakal mencoba menalangi dengan mencari sponsor. Ia juga telah meminta kepada cabang olahraga untuk ikut membantu pendanaan. "Untuk sponsor sudah ada dari Walls dan Gojek," ungkap dia.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.