SEA Games 2019: Kontigen Indonesia Bakal Divaksin Polio

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Timnas U-23, Indra Sjafri, memimpin latihan persiapan SEA Games 2019 di Yogyakarta, Selasa, 3 September 2019. Tempo/Pribadi Wicaksono

    Pelatih Timnas U-23, Indra Sjafri, memimpin latihan persiapan SEA Games 2019 di Yogyakarta, Selasa, 3 September 2019. Tempo/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta- Ketua Kontingen Indonesia SEA Games 2019, Harry Warganegara, mengatakan seluruh anggota kontigennya yang berangkat ke Manila, ibukota Filipina, bakal diberi vaksin polio. Untuk tahap pertama, kata dilakukan kepada Tim Nasional U-23 beserta ofisial dari PSSI. "Vaksin itu pertama kali akan dilaksanakan pada Jumat ini, 8 November 2019, diberikan kepada kepada PSSI," kata Harry di Kantor Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Jakarta, Senin, 4 November 2019.
     
    Tahapan pemberian vaksin, kata Harry, bakal digilir berdasarkan waktu keberangkatan masing-masing cabang olahraga. Kontigen sepak bola mendapat jadwal vaksin lebih dulu karena bakal lebih awal berangkat ke Manila. "Mereka berangkat lebih dulu tanggal 18 November, perlu waktu dua minggu untuk vaksin itu efektif makanya didahukukan PSSI," ucap Harry.
     
    Metode pemberian vaksin ke kontigen, Harry menyebutkan dengan berkeliling mendatangi lokasi pemusatan latihan nasional (Pelatnas) setiap cabang olahraga. Pemberian vaksin ke kontigen Indonesia merupakan kerja sama Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pemuda dan Olahraga. "Kita yang support," kata dia.
     
    Untuk jumlah atlet yang diberikan vaksin, kata Harry, berjumlah 794 orang. Total ada 1.300 orang yang perlu melakukan vaksin sebelum berangkat ke SEA Games 2019. "Tidak diwajibkan, tapi kita antisipasi saja supaya kontigen Indonesia pulang tidak terjangkit virus polio, kan lagi merebak di sana," ungkap dia.
     
    IRSYAN HASYIM

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.