Jadwal Tinju Dunia: 2 Duel Menuju Unifikasi Gelar Kelas Berat

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deontay Wilder berpose bersama Luis Ortiz menjelang laga mereka di Las Vegas pada 23 November 2019. (Stephanie Trapp/TGB Promotions)

    Deontay Wilder berpose bersama Luis Ortiz menjelang laga mereka di Las Vegas pada 23 November 2019. (Stephanie Trapp/TGB Promotions)

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua jadwal tinju dunia kelas berat akan berlangsung sepanjang akhir tahun ini. Kedua pertarungan itu akan menjadi duel perebutan gelar juara.

    Deontay Wilder Vs Luis Ortiz

    Jadwal yang terdekat, pada 23 November, akan berlangsung di MGM Arena, Nevada, Amerika. Juara kelas berat versi WBC, Deontay Wilder, akan menghadapi penantangnya, Luis Ortiz.

    Wilder, petinju Amerika berusia 34 tahun, sudah menjadi juara sejak 2015. Ia sudah berhasil mempertahankan gelar juaranya sebanyak sembilan kali, termasuk atas Luis Ortiz pada 3 Maret 2018.

    Dalam pertemuan pertama itu, Wilder mengalahkan Ortiz dengan KO pada ronde ke-10. Hingga kini Wilder belum terkalahkan dalam 41 duel dan mampu menang KO 40 kali.

    Ortiz, petinju Kuba berusia 40 tahun, sudah tampil tiga kali setelah dikalahkan Wilder dan berhasil menang, termasuk dua kali dengan KO. Kini rekor bertandingnya adalah 31-1 (26 KO).

    Andy Ruiz Jr vs Anthony Joshua

    Duel lainnya, yang tak kalah menarik, akan terjadi pada 7 Desember 2019 di Diriyah, Arab Saudi. Andy Ruiz akan berhadapan dengan Anthony Joshua untuk berebut gelar juara kelas berat WBA (Super), IBF, WBO, dan IBO.

    Ini merupakan rematch atau duel ulangan bagi keduanya. Pada 1 Juni lalu, Ruiz secara mengejutkan menang KO atas Joshua dalam ronde ketujuh sehingga berhasil menjadi juara dunia.

    Petinju Anthony Joshua dan Andy Ruiz Jr. REUTERS/Mike Segar

    Bagi Joshua, petinju Inggris berusia 30 tahun, kekalahan itu menjadi yang pertama dalam kariernya. Rekor bertandingnya kini menjadi

    Ruiz, petinju Amerika berusia 30 tahun, kini memiliki rekor bertanding 33-1 (22 KO). Bila sebelumnya dianggap sebagai underdog pada duel ulang ini banyak yang menganggapnya akan bisa menang.

    Dua laga seru ini dinantikan kalangan pecinta tinju, terutama terkait tindak lanjutnya untuk 2020. Apapun hasil pada duel nanti, pada tahun depan diharapkan akan tersaji duel unifikasi gelar juara tinju dunia kelas berat yang selama ini selalu sulit dilakukan karena alotnya negosiasi soal bayaran. Publik sudah lama menantikan juara sejati di kelas berat.

    BOXING NEWS 24 | BOXING SCENE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.