Membina Atlet Tanpa Mengeksploitasi Anak

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anak mengikuti Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis 2019 PB Djarum di GOR Satria Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Minggu 8 September 2019. ANTARA FOTO/Idhad Zakaria

    Sejumlah anak mengikuti Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis 2019 PB Djarum di GOR Satria Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Minggu 8 September 2019. ANTARA FOTO/Idhad Zakaria

    TEMPO.CO, Jakarta - Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis 2019, yang sempat memicu kontroversi dan memunculkan tudingan eksploitasi anak, telah memasuki tahap akhir. Setelah digelar di Bandung, Purwokerto, Surabaya, dan Solo, seleksi untuk atlet muda itu bakal berlangsung di Kudus pada 17-19 November 2019.

    Manajer Program Bakti Olahraga Djarum Foundation, Budi Darmawan, menargetkan 1.000 peserta berpartisipasi dalam audisi di Kota Kretek ini. “Per kemarin sore, jam 16.00, yang daftar sudah mencapai 671 atlet, dan hingga Jumat nanti masih akan bertambah lagi,” kata Budi saat dihubungi Tempo, Selasa, 12 November 2019.

    Ajang pencarian atlet yang awalnya bernama Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis Djarum 2019 ini menyasar peserta dari seluruh Indonesia. Meski peserta paling banyak berasal dari Jawa Timur dan Jawa Tengah, ada pula peserta dari Papua. "Para atlet muda ini, dengan dukungan orang tua, ingin menjadi anggota klub," kata Budi.

    Dalam Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis 2019 ini dibagi dalam dua kategori, yaitu U-11 (berusia 6-10 tahun) dan U-13 (berusia 11-12 tahun). Audisi dilakukan dalam bentuk kompetisi dengan sistem gugur.

    Peserta seleksi dari lima kota yang mendapatkan super tiket bertanding lagi di putaran final. Tahap penentuan itu bakal digelar pada 20-23 November Gelanggang Olahraga (GOR) Djarum, Jati. Kudus.

    Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis 2019 yang digelar PB Djarum terbukti telah menjadi magnet bagi banyak calon atlet. Hal itu terlihat dalam audisi di Purwokerto pada 8-10 September lalu.
     

    Pembukaan Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019 di GOR Satria, Purwokerto, Ahad, 8 September 2019. TEMPO/Irsyan Hasyim

    Widuri Indah Nurningsih, pemain binaan Perkumpulan Bulu Tangkis (PB) Surya Mas Banjarnegara, adalah salah satu peserta. Remaja 11 tahun ini bersaing dengan 903 anak lainnya memperebutkan 26 tiket pembinaan menjadi atlet profesional.

    “Tadi pertandingan pertama menang 15-0, mengalahkan Windi. Nanti kalau menang di babak kedua baru ke semifinal,” kata Indah bercerita soal hasil pertandingan saat ditemui Tempo di GOR Satria, Purwokerto, 8 September 2019.

    Siswa kelas V SD Negeri Rejasa Banjarnegara ini mulai rutin berlatih bulu tangkis pada 2016. Ia berlatih di klubnya setiap Senin, Rabu, dan Jumat. “Kadang ada tambahan privat juga, kalau latihan biasa 4 jam sehari mulai jam 4 sore sampai jam 8 malam,” kata Indah yang mengidolakan leganda bulu tangkis Indonesia, Susi Susanti. “Kadang capek, tapi mau ngejar prestasi juga,” kata dia memotivasi dirinya supaya bisa mengikuti jejak pebulu tangkis asal Taiwan Tai Tzu Ying yang bisa meraih peringkat pertama dunia pada nomor tunggal putri. 

    Selama bergabung bersama PB Sinar Mas, Indah telah mengoleksi sebelas piala dari berbagai tingkat yakni Kecamatan, Kabupaten, dan Provinsi. "Juara di Invitasi Purwokerto, Kejurda Jawa Tengah turun di double," kata Indah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.