Pemerintah Siapkan Rp 65 Miliar untuk Bonus SEA Games 2019

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta saat melepas TImnas Indonesia U-13 yang akan berlaga di Malaysia, pada Jumat, 4 Oktober 2019. (Dok. Kemenpora)

    Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta saat melepas TImnas Indonesia U-13 yang akan berlaga di Malaysia, pada Jumat, 4 Oktober 2019. (Dok. Kemenpora)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) telah menyiapkan anggaran lebih dari Rp 65 miliar untuk bonus atlet yang meraih medali pada SEA Games 2019 Filipina.

    Hal tersebut disampaikan oleh Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora Raden Isnanta usai melakukan Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi X DPR RI terkait persiapan SEA Games 2019 di Senayan, Jakarta, Rabu.

    "Dari anggaran yang sudah dialokasikan, apresiasi untuk bonus ini sebesar total kebutuhan yakni Rp 65 miliar," kata Isnanta di Jakarta, Rabu.

    Bonus tersebut, menurutnya masih sama dengan bonus yang digelontorkan pada SEA Games dua tahun lalu. Ia menilai dana Rp 65 miliar itu akan cukup seandainya target perolehan medali pada ajang dua tahunan itu tercapai, yakni 57 medali emas, 98 perak, dan 134 perunggu.

    Anggaran senilai Rp 65 miliar itu juga diharapkan dapat memotivasi atlet-atlet junior yang tampil di SEA Games untuk berprestasi di ajang olahraga level tinggi seperti kejuaraan asia, kejuaraan dunia, hingga olimpiade.

    Namun saat ini, Isnanta menyatakan bahwa Kemenpora baru mengantongi Rp 50 miliar, yang artinya masih mengalami defisit sekitar Rp 10 miliar sehingga pihaknya masih berusaha mencari solusi untuk menutupinya.

    Selain itu, Kemenpora juga akan terus mencari tambahan anggaran bonus untuk mengantisipasi apabila medali yang diperoleh Kontingen Indonesia melebihi target seperti saat kondisi Asian Games tahun lalu.

    "Namun kami masih berusaha merevisi anggaran. Tahap pertama sudah direvisi sekitar Rp 11 miliar. Jadi masih butuh Rp 10 miliar," kata Isnanta, Deputi III Kemenpora.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.