Turnamen Bola Basket Piala Presiden Berhadiah Total Rp 375 Juta

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Bola Basket. (shutterstock.com)

    Ilustrasi Bola Basket. (shutterstock.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Turnamen Piala Presiden Bola Basket mengiming-imingi hadiah total sebesar Rp 375 juta bagi para juara hingga peringkat keempat ajang yang bakal memasuki tahun penyelenggaraan perdana pada 20-24 November 2019 di GOR Sritex Arena, Solo, Jawa Tengah.

    Total hadiah tersebut diklaim sebagai yang terbesar dalam sejarah turnamen bola basket di Indonesia.

    "Jadi untuk juaranya nanti akan mendapatkan hadiah senilai Rp 150 juta, kemudian posisi kedua Rp 100 juta, ketiga Rp 75 juta dan Rp 50 juga buat peringkat keempat," kata Ketua Panitia Pelaksana Cahyadi Wanda dalam jumpa pers di Jakarta, Senin.

    Besarnya nilai total hadiah Piala Presiden disebut Ketua Steering Committee Maruarar Sirait sebagak bentuk apresiasi terhadap para pelaku bola basket di Indonesia.

    Ia juga menegaskan, sebagaimana di cabang olahraga lainnya Piala Presiden menerapkan transparansi anggaran yang sepenuhnya didapat dari sejumlah sponsor swasta.

    "Jujur kami belum tahu banyak soal bola basket ini, cuma punya niat baik membantu. Kami selalu meminta saran dan arahan dari Perbasi serta IBL," kata pria yang akrab disapa Ara tersebut.

    Selain untuk tim-tim peserta yang merupakan bagian dari Liga Bola Basket Indonesia (IBL) 2020, panitia juga menyediakan hadiah tambahan bagi suporter terbaik senilai Rp 10 juta.

    "Kami sengaja menyasar ke suporter, supaya merangsang tim-tim agar mendatangkan fanbase mereka ke Piala Presiden Bola Basket ini," ujar Cahyadi.

    Sebanyak sembilan tim IBL dipastikan ambil bagian dalam edisi inagurasi Piala Presiden Bola Basket yakni Amartha Hangtuah, Bank BPD DIY Bima Perkasa Jogja, Louvre Surabaya, NSH Jakarta, Pacific Surabaya, Pelita Jaya Basketball, Prawira Bandung, Satria Muda Pertamina Jakarta dan Satya Wacana Salatiga.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.