Tinju Dunia: Sergey Kovalev Antara Bayaran Besar dan Ancaman Bui

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sergey Kovalev, petinju kelas berat ringan asal Rusia. (Adam Hunger/Associated Press)

    Sergey Kovalev, petinju kelas berat ringan asal Rusia. (Adam Hunger/Associated Press)

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua minggu setelah tersungkur KO di ring tinju dunia, Sergey Kovalev membagikan foto menarik dalam akun instagramnya. Ia duduk di kursi, tampak tersenyum cerah seraya memandang lekat wanita cantik yang duduk di pangkuannya.

    "Saatnya bersantai," tulis Kovalev dalam unggahan tersebut.

     
     
     
    View this post on Instagram
     
     

    # # # # ________________________________________ Came time to relax #relax #lifeisbeautiful

    A post shared by Sergey «KRUSHER» Kovalev (@sergeykrusherkovalev) on

    Unggahan foto petinju Rusia berusia 36 tahun ini pun menarik perhatian media. Boxing News24 menulis, dengan postingan itu Kovalev seperti telah melupakan kekalahan yang baru dua minggu lalu dia alami.

    Kovalev baru saja kehilangan gelar juara dunia kelas berat ringan WBO saat melawan Canelo Álvarez di MGM Grand Garden Arena, Nevada, 2 November lalu. Ia kalah KO di ronde ke-11.

    Meski kalah, Kovalev mendapat bayaran terbesar dalam kariernya. Ia mendapatkan US$ 12 juta (Rp 169,1 miliar). "Ia mendapat bayaran besar di saat yang tepat dalam kariernya, dengan kekuatan fisiknya kian berkurang dan kemenangan kian sulit di dapat," tulis Boxing News24.

    Seusai pengakuan Kovalev, duel itu sejak awal susah dia menangi. Ia tetap berani tampil karena besarnya bayaran yang ia terima. "Karena secara finansial itu tawaran yang menarik,” kata dia.

    Menurut media yang sama, dengan uang yang didapat dari pertarungan melawan Canelo, Kovalev kini bisa hidup nyaman tanpa perlu bertarung lagi atau mencari kerja. Petinju ini kemungkinan tak akan mau naik ring lagi, kecuali dengan iming-iming besar.

    Namun, hidup nyaman mungkin tak sepenuhnya pas untuk menggambarkan situasi Kovalev saat ini. Ia kini masih sedang menanti proses pengadilan atas kasus kekerasan yang dia lakukan.

    Pada April 2019 lalu, ia dituding menganiaya seorang wanita di Kalifornia, Amerika, yang menolak tawaran kencan. Ia sempat ditangkap dan ditahan pada Agustus lalu, tapi kemudian dilepas dengan jaminan.

    Kasusnya sudah masuk tahap penuntutan. pengadilan pertama akan dilakukan pada 6 Januari 2020. Selain itu Sergey Kovalev juga digugat untuk memberikan ganti rugi korbannya, senilai US$ 8 juta (Rp 112 miliar).

    BOXING NEWS24 | BOXING SCENE

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.