Lifter Sri Hartati Rebut Emas Kejuaraan Dunia Angkat Berat 2019

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet Lifter Angkat Berat Sri Hartati berpose saat sesi latihan di Padepokan Gajah Lampung, Lampung, 30 November 2015. ANTARA FOTO

    Atlet Lifter Angkat Berat Sri Hartati berpose saat sesi latihan di Padepokan Gajah Lampung, Lampung, 30 November 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Lifter putri Indonesia Sri Hartati menyabet medali emas pada ajang Kejuaraan Dunia Angkat Berat "40th World Open Women Powerlifting Championship 2019" di Dubai pada 18-23 November.

    Tampil di kelas 57 kg, Sri Hartati berhasil mengungguli lawan-lawanya dengan mencatatkan angkatan Squat seberat 170 kg, Benchpress 145 kg, Deadlift 195 kg, dan total angkatan 557,5 kg.

    Dengan angkatan tersebut, Sri Hartati berhak meraih gelar Best Lifter berdasarkan penilaian dari IPF (International Powerlifting Federation) dengan perolehan 759,7665 poin.

    Sebelumnya, lifter putri Indonesia lainnya Widarti juga meraih medali emas dengan mencatat angkatan Squat seberat 170 kg, Benchpress 135 kg, Deadlift 182 kg, dengan total angkatan 487,5 kg. Widari berada di peringkat kedua dengan perolehan 746,3279 poin.

    Atas prestasi dari kedua lifter tersebut, Indonesia berhasil menempati peringkat kedua setelah Rusia dalam hal perolehan nilai.

    Wakil Ketua Umum PB PABSSI Joko Pramono pun turut berbangga dengan torehan prestasi para lifter Indonesia di ajang tersebut.

    “Kami harus mempertahankan prestasi ini, terutama mencetak lebih banyak lagi para lifter di nomor angkat besi maupun berat agar prestasi tetap terjaga,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Rabu.

    Dalam kejuaraan dunia angkat berat tersebut, PB PABBSI mengirimkan lima lifternya yakni, Sri Hartati, Widarri, Susi Susanti, Viki Aryanto, dan Muhammad Yusuf.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.