George Foreman: Pukulan Deontay Wilder Dahsyat Seperti Lokomotif

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deontay Wilder (kiri) dan Luis Ortiz saat tiba di Las Vegas pada Selasa malam 19 November 2019. (Stephanie Trapp/TGB Promotions)

    Deontay Wilder (kiri) dan Luis Ortiz saat tiba di Las Vegas pada Selasa malam 19 November 2019. (Stephanie Trapp/TGB Promotions)

    TEMPO.CO, JakartaDeontay Wilder, yang akan mempertahan gelar juara tinju dunia kelas berat WBC melawan Luis Ortiz di Las Vegas, Nevada, akhir pekan ini, kerap dipuji karena kekuatan pukulannya. Petinju Amerika ini dianggap memiliki pukulan terdahsyat kedua dalam sejarah kelas berat, setelah Mike Tyson.

    Mantan juara tinju dunia kelas berat, George Foreman, ikut memuji kekuatan pukulan Wilder. "Saya melihat pukulan yang kuat dimiliki Deontay Wilder. Pukulannya lebih hebat dari siapapun di kelas berat," kata Foreman, yang pernah juara kelas berat pada 1994-1997.

    Menurut Foreman, Wilder memiliki kombinasi pas: keunggulan tinggi badan (201 sentimeter) dan kekuatan pukulan tangan kanan. "Tangan kanannya seperti lokomotif uap. Anda lebih baik menghindar, bila tak bisa melakukannya, lebih jangan ada di sana," kata mantan petinju yang kini berusia 70 tahun itu.

    Mantan petinju kelas berat, George Foreman. (tvovermind.com)

    Wilder, 34 tahun, saat ini masih memiliki catatan tak terkalahkan dalam 42 pertarungan. Ia menang 41 kali dan seri sekali. Kehebatan pukulannya bisa dilihat dari rekor kemenangan KO yang dimilikinya: 40 kali dari 41 kemenangan.

    Akhir pekan ini, Wilder akan menghadapi Ortiz, petinju Kuba yang pernah dia kalahkan dengan KO pada Maret 2018. Ortiz sendiri memiliki rekor 31-1 (26 KO). Satu-satunya petinju yang dia kalahkan tidak dengan KO adalah Bermane Stiverne pada 2015.

    Menurut Foreman, jarang ada petinju yang mampu menahan pukulan Wilder. Karena itu ia kaget ketika Tyson Fury, petinju asal Inggris, mampu bangun lagi setelah dipukul jatuh Wilder.

    "Saya shock ketika dia (Fury) bertahan dari pukulan itu. Itu tak mungkin. Jadi bisa dikatakan makhluk berbeda ada di sana. Dia (Fury) benar-benar bisa bertarung. Orang menyebutnya Gypsy King, kenyataannya ia lebih dari itu," kata dia.

    Wilder dan Fury bertemu 1 Desember 2018. Pertarungan seru antara keduanya berakhir dengan seri. Mereka dijadwalkan akan melakukan rematch pada Februari tahun depan.

    Fury tak akan hadir menonton saat Deontay Wilder menghadapi Ortiz akhir pekan ini. Namun media menyebutkan bahwa pelatihnya, Ben Davison, akan hadir mengintip pertandingan ini.

    BOXING NEWS24 | BOXING SCENE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.