Menpora Optimistis Target Tiga Emas Tercapai untuk Cabor Menembak

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menpora Zainudin Amali kunjungi Pelatnas Menembak di Lapangan Tembak, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (21/11).
(foto:raiky/kemenpora.go.id)

    Menpora Zainudin Amali kunjungi Pelatnas Menembak di Lapangan Tembak, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (21/11). (foto:raiky/kemenpora.go.id)

    INFO OLAHRAGA — SEA Games Manila 2019 dalam waktu dekat segera dihelat, persiapan cabor menembak pun kian digeber. Menpora, Zainudin Amali, kunjungi Pelatnas Menembak di Lapangan Tembak, Senayan, Jakarta Pusat, pada Kamis, 21 November 2019 guna memastikan target tiga emas dapat tercapai.

    Usai berbincang dengan para pelatih, manajer, dan melihat secara langsung sesi latihan, Menpora optimistis target untuk medali emas SEA Games dapat tercapai.

    PB Perbakin (Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Indonesia) menargetkan tiga emas yang dibidik dari nomor baru yang tak dipertandingkan di Olimpiade, namun dilombakan di Filipina. Ketiga nomor tersebut, yakni PPC, Pistol Shiloute, dan AR Benrest.

    "Setelah bincang dan melihat langsung saya optimistis target tercapai. Tadi ada penjelasan dari manajer dan pelatih bahwa target optimistis tiga emas dan ada target pesimis lima emas, semoga tercapai yang lima ya, mohon doanya," ucap Menpora.

    Bahkan selain di SEA Games, ada harapan di Olimpiade Tokyo 2020, karena sudah ada salah satu atlet menembak putri Vidya Rafika nomor 10M RF Women telah lolos kualifikasi untuk Olimpiade.

    "Kita ada harapan baru juga di Olimpiade, karena ada atlet putri kita yang lolos kualifikasi Olimpiade, pemerintah akan terus mendukung dan men-support,'' ujar Menpora.

    Hadir juga Plt Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga, Yuni Poerwanti; Plt Asdep Orpres, Ahmad Arsani; Sekjen Perbakin, Firtian Yudit Swandarta; dan CdM SEA Games, Harry Warganegara. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.