Usai Menangi BNI Open, Aldila Sutjiadi Bidik Emas SEA Games 2019

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petenis Indonesia, Aldila Sutjiadi saat tampil dalam turnamen tenis Pelti International W15 di Epicentrum Kuningan, Jakarta, Jumat 28 Juni 2019. (foto: Pelti)

    Petenis Indonesia, Aldila Sutjiadi saat tampil dalam turnamen tenis Pelti International W15 di Epicentrum Kuningan, Jakarta, Jumat 28 Juni 2019. (foto: Pelti)

    TEMPO.CO, Jakarta - Petenis putri Aldila Sutjiadi berharap bisa menyabet medali emas dalam ajang SEA Games 2019 di Filipina yang akan berlangsung pada 30 November-11 Desember 2019.

    Aldila menyimpan harapan besar dalam SEA Games tahun ini mengingat dia belum pernah meraih medali emas dan baru mengoleksi dua medali perunggu dari ajang sebelumnya melalui nomor beregu dan ganda putri.

    "Maunya sih dapat emas di SEA Games ya, karena belum pernah dapat. Terakhir dapatnya perunggu, di Singapura empat tahun lalu. Jadi ya targetnya tahun ini dapat emas," kata Aldila saat ditemui di Jakarta, Jumat.

    Pada SEA Games XXX Filipina, Aldila berharap bisa mendapat dua medali emas melalui nomor yang akan dia ikuti yaitu ganda campuran dan tunggal putri.

    Persiapan yang dilakukan Aldila untuk menghadapi SEA Games pekan depan juga dinilai sudah cukup matang, termasuk dengan mengikuti kompetisi di Taiwan beberapa waktu lalu.

    Permainannya sejauh ini pun diakui sudah mengalami perkembangan yang cukup signifikan, namun masih ada aspek yang perlu ditingkatkan agar bisa berlaga maksimal di Filipina.

    "Permainan saya sudah lebih bagus dan meningkat dari sebelumnya. Mungkin yang perlu ditingkatkan lagi fisik untuk kecepatan dan konsistensi di servis. Untuk di ganda setelah ini kami akan latihan bersama untuk penyesuaian lagi. Tapi sejauh ini permainan sudah cukup solid dan butuh latihan strategi saja," pungkas Aldila Sutjiadi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?