Wawancara Sean Gelael Soal Reli Medan dan Formula 2

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sean Gelael (Jagonya Ayam) bersiap mengikuti Danau Toba Rally, Sabtu, 23 November 2019. TEMPO/Wira Utama

    Sean Gelael (Jagonya Ayam) bersiap mengikuti Danau Toba Rally, Sabtu, 23 November 2019. TEMPO/Wira Utama

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembalap Indonesia, Sean Gelael, berharap agar ajang salah satu seri World Rally Championship bisa kembali terselenggara di Tanah Air. Ia juga tak menutup kemungkinan banting setir menjadi pembalap reli.

    "WRC itu sekelas F1, paling bergengsi. Jadi pastinya kita juga jadi termotivasi melakukan yang terbaik. Semoga kedepannya WRC bisa balik ke Asia (khususnya Indonesia) lagi,"ujar Sean di sela-sela kegiatan Kejuaraan Nasional Danau Toba Rally 2019 seri ketiga di Simalungun, Sumatera Utara, Jumat, 22 November 2019.

    Apalagi kata dia, saat ini sudah ada mobil dua unit mobil R5 di kejuaraan nasional. Mobil R5 yang dimaksud, adalah Citroen C3 milik tim Jagonya Ayam. Citroen C3 R5 sendiri merupakan mobil reli yang dibangun Citroen World Rally Team.

    Mobil ini didasarkan pada Citroen C3 dan dibuat khusus berdasarkan peraturan R5. R5 adalah kelas dalam reli, kelas ini berada satu tingkat di bawah World Rally Champioship atau WRC. Citroen C3 R5 yang akan digeber, Sean dan Tony Sircombe pada ajang Danau Toba Rally 2019 ini menjalani debut pada 2018 lalu di Tour de Corse.

    Sean yang masih berstatus pembalap dari tim Prema Racing di ajang Formula 2 akan turun gunung di ajang reli. Meski tidak memasang target tinggi, hanya sekadar meraimaikan. Namun putra dari Ricardo Gelael ini tidak menutup kemungkinan serius menggeluti dunia reli seperti sang ayah yang juga mantan pereli nasional.

    Tahun depan ada rencana turun di Kejuaraan Rally Dunia?

    Kalau planning-nya masih belum tahu, karena saya juga masih balap di F2 dan karier saya dari awal juga dari sirkuit. Jadi kalau pun saya masuk WRC, itu tidak menjamin, saya langsung secepat ke level mereka. Tapi ya kita harapan masih bisa balap yang terbaik.

    Bagaimana dukungan orang tuan untuk terjun ke Reli?

    Dia tetap dukung balap Formula. Tapi untuk motorsport di Indonesia, selain motor, ya memang reli yang cukup berkembang. Salah satu faktornya ya karena ketersediaan sirkuitnya. Indonesia punya beberapa infrastruktur reli, mulai dari Sumatera, Sulawesi, dan di Jawa juga banyak. Jadi mungkin IMI bisa meresponsnya dengan menggelar Kejuaraan dunia.

    Apa harapan ikut Kejurnas Seri 3 di Medan?

    Ya, sudah ada mobil AP4, dan sekarang kita juga sudah ada R5. Jadi kita harap kedepannya kelas grup M ini bisa lebih banyak. Evennya juga banyak, dan tersorot dunia. Dari segi manufacturer juga semoga investasi masuk lagi ke sini untuk promosi produk mereka di reli. Dari segi pariwisata, dari segi bisnis, dan pembalapnya juga diharapkan semakin bagus.

    Tahun depan bagaimana dengan Kejuaraan Reli dan Citroen?

    Kita lihat saja nanti, Citroen mau bagaimana. Kalau di sini bagus dengan market Indonesia yang besar. Ya, sapa tahu mereka dengan penampilan saya, mereka melihat sesuatu. Jadi semua masih terbuka.

    Tahun depan masih ikut Formula 2?

    Insya Allah, tapi saya belum konfirmasi apa-apa. Tapi kayaknya tetap masih di mobil Formula. Cuman belum tahu Formula apa.

    WIRA UTAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.