Berkuda: Muhammad Akbar Masih Ingin Terus Tambah Pengalaman

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet berkuda junior Indonesia, Muhammad Akbar. (istimewa)

    Atlet berkuda junior Indonesia, Muhammad Akbar. (istimewa)

    TEMPO.CO, Jakarta - Atlet junior berkuda Equestrian, Muhammad Akbar Kurniawan yang akrab disapa Aan seolah tak kenal lelah. Usai tampil mewakili Indonesia di Kejuaraan CSU-B Princess Open di Bangkok Thailand dengan hasil finis lima besar dari total 11 negara Asia, Aan kembali mengukir tinta emas di dalam negeri.

    Pelajar SMA Islam Al-Azhar Kelapa Gading ini tetap tampil prima selama 3 hari kejuaraan Equinara Pulomas Open yang berakhir Minggu (24/11) di JIEPP Pulomas, Jakarta Timur, dengan hasil 1 medali emas, 1 perak dan 2 perunggu.

    Sejak hari pertama Aan turun di kelas Dressage di dua nomor yaitu Medium Open dan Advance Open. Tanpa rasa lelah setelah penerbangan dari Bangkok, Aan tetap memainkan perannya dengan sempurna dan tampil fokus hingga mendapat nilai 70% dari juri asal Malaysia dan menempati posisi pertama di nomor Medium Open.

    Di nomor yang lebih tinggi, Advance Open, putra pasangan Fatchul Anas dan Ernawati Yuhana ini harus mengakui ke unggulan para seniornya setelah hanya meraih nilai 66% dan puas di peringkat ketiga.

    Hari berikutnya ia memainkan kelas Jumping dan tetap turun di nomor-nomor yang hanya diikuti atlet-atlet senior berpengalaman dan menjadi andalan Indonesia di SEA Games dan Asian Games. Di nomor 120 cm Open, Aan turun dengan kuda Braveheart dan harus puas di peringkat ketiga di bawah Steven Menayang dan Andri Sutoyo.

    Hari terakhir Aan turun di kelas 130 cm Open. Aan sendiri baru pertama turun di nomor ini, tapi ia bisa tampil lebih baik dengan kuda Prince Zizou dan menempati peringkat kedua membuat total raihannya menjadi 1 emas, 1 Perak dan 2 perunggu.

    Usai pengalungan medali, Aan mengaku puas dengan perolehannya. "Awalnya saya memang sempat grogi, bukan karena rintangannya yang lebih tinggi, tapi karena lawan-lawannya senior semua dan banyak juga yang pernah melatih saya," jelas Aan.

    Tapi, Aan mengaku, lawan-lawan senior itu tentu tak akan menjadi kendala baginya untuk terus berusaha menjadi yang terbaik.

    "Saya tetap akan berlatih keras baik fisik maupun teknik karena rintangannya yang lebih tinggi dan memperkuat mental bertanding agar di kejuaraan berikut bisa meraih prestasi lebih baik lagi," tutur atlet berkuda junior nasional ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?