Tinju Dunia: 10 Juara Kelas Berat dengan Rasio Menang KO Terbesar

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deontay Wilder memukul Bermane Stiverne pada ronde pertama dalam pertandingan tinju kelas berat WBC di New York, 4 November 2017. Wilder menjatuhkan lawannya dua kali pada ronde pertama sebelum mengakhiri perlawananan Stiverne dengan pukulan kiri kanan yang keras ke arah kepala lawannya yang bersandar di ring.  AFP Photo

    Deontay Wilder memukul Bermane Stiverne pada ronde pertama dalam pertandingan tinju kelas berat WBC di New York, 4 November 2017. Wilder menjatuhkan lawannya dua kali pada ronde pertama sebelum mengakhiri perlawananan Stiverne dengan pukulan kiri kanan yang keras ke arah kepala lawannya yang bersandar di ring. AFP Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Juara kelas berat versi badan tinju dunia WBC, Deontay Wilder menempati peringkat pertama dari deretan juara kelas berat dengan rasio KO terbesar.

    Wilder membukukan 41 KO dari 42 kemenangan, dengan total laga 43 kali. Satu pertarungan Wilder berakhir seri saat melawan Tyson Fury pada Desember 2018.

    Rekor KO Wilder yang terakhir merobohkan Luis Ortiz KO ronde 7 di Las Vegas akhir pekan lalu, melebihi petinju-petinju kelas berat hebat macam Rocky Marciano, George Foreman, bahkan Mike Tyson.

    Berikut adalah 10 besar juara tinju dunia kelas berat dengan rasio kemenangan KO terbesar.

    1. Deontay Wilder 95,3% (43 main, 41 KO)
    2. Anthony Joshua 91,3% (23 main, 21 KO)
    3. Rocky Marciano 87,8% (49 main, 43 KO)
    4. Vitali Klitschko 87,2% (47 main, 41 KO)
    5. Frank Bruno 84,4% (45 main, 38 KO)
    6. George Foreman 84,0% (81 main, 68 KO)
    7. David Haye 81,3% (32 main, 26 KO)
    8. Charles Martin 80,0% (30 main, 24 KO)
    9. Mike Tyson 78,6% (56 main, 44 KO)
    10. Shannon Briggs 77,9% (68 main, 53 KO)

    TALKSPORT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.