Conor McGregor Comeback, Ini Jadwal dan Calon Lawannya

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Khabib Nurmagomedov (sarung tangan merah) saat bertarung dengan Conor McGregor (blue gloves) dalam laga UFC 229 di T-Mobile Arena, 7 Oktober 2018. Reuters/Stephen R. Sylvanie-USA TODAY Sports

    Khabib Nurmagomedov (sarung tangan merah) saat bertarung dengan Conor McGregor (blue gloves) dalam laga UFC 229 di T-Mobile Arena, 7 Oktober 2018. Reuters/Stephen R. Sylvanie-USA TODAY Sports

    TEMPO.CO, Jakarta - Petarung MMA populer asal Irlandia, Conor McGregor akan kembali ke arena oktagon UFC pada 18 Januari 2020. McGregor dijadwalkan menghadapi Donald Cerrone dalam pergelaran UFC 246 di T-Mobile Arena, Las Vegas.

    Kepastian McGregor bakal comeback disampaikan Presiden UFC, Dana White pada Kamis. Menurut White, McGregor maupun Cerrone sudah menyetujui rencana tersebut.

    McGregor disebut White sudah menandatangani kontrak pertarungan di kelas welter non gelar, yang akan berdurasi sebanyak 3 ronde.

    Petarung MMA Donald Cerrone melepaskan pukulan ke muka Al Iaquinta dalam pertarungan UFC Fight Night 151 di Ottawa, Kanada pada Sabtu 4 Mei 2019. (AP/Justin Tang/The Canadian Press)

    “Conor sudah menandatangani kontrak. Tinggal membereskan urusan dengan Donald,” kata White.

    “Per Okamoto sebagai agen Cerrone juga sudah setuju dan menginginkan kontrak eksklusif dengan UFC,” kata White lagi.

    McGregor belum tampil lagi di oktagon UFC sejak Oktober 2018, usai dia kalah submission dari Khabib Nurmagomedov di MGM Grand Arena, Las Vegas. Sementara Cerrone kalah KO dari Justin Gaetjhe pada September 2019.

    Conor McGregor saat ini berusia 31 tahun dengan rekor bertanding 21-4. Donald Cerrone adalah petarung veteran asal AS berusia 36 tahun dengan rekor 36-13. Dia juga pemegang rekor kemenangan beruntun di UFC, dengan 23 menang tanpa kalah.

    ESPN | FOX SPORTS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.