Salah Pasang Bendera, Ketua Basket Malaysia Cuti Panjang

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tangkapan layar dari Bendera Malaysia yang salah dan viral di media sosial.[Malaymail]

    Tangkapan layar dari Bendera Malaysia yang salah dan viral di media sosial.[Malaymail]

    TEMPO.CO, Jakarta - Insiden salah pasang bendera Malaysia ternyata berbuntut panjang. Ketua asosiasi bola basket Malaysia memutuskan cuti tak terbatas setelah kejadian kesalahan pemasangan bendera kebangsaan yang dikibarkan di turnamen basket junior.

    Sebab selain memantik kemarahan besar rakyat Malaysia, tudingan pengkhianatan terhadap negara muncul bahkan polisi pun ikut turun tangan.

    Sebelumnya, bendera kebangsaan Malaysia yang salah terlihat di layar besar sebuah stadion di Kuala Lumpur pada pembukaan turnamen bola bakset U-15 akhir pekan lalu. Bendera itu memperlihatkan bintang dengan lima arah padahal bintang pada bendera kebangsaan Malaysia berupa bintang pecah 14.

    Tidak cuma itu, bendera yang dikibarkan cuma memuat 10 garis, padahal aslinya 14 garis. Media sosial pun dibanjiri kemarahan, sedangkan kementerian pendidikan mengecam blunder itu sebagai "pengkhianatan terhadap nasionalisme kita" dan polisi sendiri memanggil kepala badan bola basket Lua Choon Hann untuk dimintai keterangan.

    Di tengah insiden itu, Asosiasi Bola Basket Malaysia mengumumkan Kamis malam kemarin bahwa Lua akan cuti dalam waktu yang tak ditentukan karena dia merasa bertanggung jawab.

    Asosiasi Bola Basket Malaysia menyatakan insiden itu murni kesalahan yang tidak disengaja. Federasi menuduh pihak luar, pembuat bendera, yang bersalah.

    Bendera kebangsaan Malaysia adalah sumber kebanggaan nasional negeri ini sehingga tidak menghormatinya akan menjadi pelanggaran besar, bahkan bisa berakhir dengan tuntutan hukum.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?