Formula 2: Balap Terakhir Sean Gelael di Prema Racing Nol Poin

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Formula 2 asal Indonesia Sean Gelael. (Tim Jagonya Ayam)

    Pembalap Formula 2 asal Indonesia Sean Gelael. (Tim Jagonya Ayam)

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah dua musim bersama, Sean Gelael dan tim Prema Racing secara resmi mengakhiri kerja sama mereka di kancah Kejuaraan FIA Formula 2.

    Sean dikontrak Prema pada 2018, dengan prestasi terbaik adalah runner-up Race 1 Monako. Sementara di musim ini Sean mengawalinya dengan baik, hanya kemudian masalah teknis beruntun membuatnya tidak bisa berbuat apa-apa.

    Seri Abu Dhabi sebagai seri pamungkas menyajikan data kontras dengan awal musim.

    Pada Race 1 Sean menghadapi kendala klasik Prema, yakni tingkat degradasi ban yang tinggi yang membuatnya finis urutan 17. Keesokan harinya pada Race 2, Minggu (1/12) dia terpaksa berhenti karena masalah girboks.

    Pencapaian terbaik Sean bersama Prema tahun ini terjadi pada Race 1 Seri Azerbaijan di Baku. Waktu itu pembalap Team Jagonya Ayam ini finis di posisi enam.

    Bersama Prema, Sean pun sempat memimpin balapan, tepatnya di Red Bull Ring, Austria. Hanya, degradasi ban belakang yang tinggi membuatnya bukan hanya gagal menang, tapi bahkan juga pulang dengan tangan hampa.

    "Terima kasih untuk tim Prema atas semua pengalaman yang tak terlupakan selama dua musim terakhir. Saya yakin pengalaman itu bakal bermanfaat buat saya untuk musim 2020," kata Sean.

    Lanjutan program Sean Gelael adalah tes F1 sehari penuh bersama tim Toro Rosso pada Selasa (3/12).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.