SEA Games 2019: Eko Yuli Irawan Sabet Medali Emas ke-6

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lifter Timnas Indonesia Eko Yuli Irawan berlatih di kompleks Olahraga Rizal Memorial, Manila, Filipina, Rabu, 27 November 2019. Timnas Angkat Besi Indonesia sengaja berangkat ke Manila lebih awal dari jadwal yang telah ditentukan agar para atlet dapat segera beradaptasi dengan kondisi cuaca dan tempat latihan angkat besi SEA Games 2019. ANTARA

    Lifter Timnas Indonesia Eko Yuli Irawan berlatih di kompleks Olahraga Rizal Memorial, Manila, Filipina, Rabu, 27 November 2019. Timnas Angkat Besi Indonesia sengaja berangkat ke Manila lebih awal dari jadwal yang telah ditentukan agar para atlet dapat segera beradaptasi dengan kondisi cuaca dan tempat latihan angkat besi SEA Games 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Liter Eko Yuli Irawan menyabet medali meas untuk Indonesia seusai menjuarai angkat besi nomor 61 kilogram putra SEA Games 2019 di RSMC Ninoy Aquino Stadion, Manila, Senin, 2 Desember 2019.

    Eko Yuli meraih medali emas setelah mencatat total angkatan 309 kilogram, dengan rincian angkatan snatch 140 kilogram dan clean and jerk 169 kilogram.

    Eko Yuli mengungguli dua pesaingnya, Tuan Thach Kim dari Vietnam dan Muhammad Aznil bin Bidin dari Malaysia.

    Tuan Thach Kim mencatat total angkatan 304 kilogram, yaitu snatch 135 kilogram dan clean and jerk 169 kilogram. Lifter asal Vietnam ini meraih medali perak.

    Sedangkan Muhammad Aznil mencatat total angkatan 284 kilogram, dengan rincian angkatan snatch 126 kilogram dan angkatan clead and jerk 157 kilogram.

    Sebelumnya, menjelang tampil di SEA Games 2019, Eko mengatakan dirinya memasang target total angkatan 310 kilogram. "Saya ingin total angkatan 310 kilogram, ada peningkatan karena pada tahun 2019 angkatan terbaik saya baru 306 kilogram. Syukur-syukur bisa lebih karena kami melihat lawan-lawannya juga," kata Eko di Manila, Filipina, Rabu, 27 November 2019.

    Raihan medali emas ini memperbaiki catatan Eko Yuli. Di SEA Games 2017, pria kelahiran Metro, Lampung hanya bisa merebut medali perak.

    Medali emas yang diraih Eko ini menjadi yang ke-6 bagi Indonesia. Angkat besi sebelumnya juga menyumbang medali emas pada nomor 49 kilogram putri melalui Windy Cantika Aisah.

    Empat emas sebelumnya disumbang melalui tim polo air putra, Jauhari Johan (duathlon), Tirano Bajo (menembak Benchrest Air Rifle), Riau Danu Utama Thabu (menembak WA 1500 PPC).

    Satu emas Indonesia lainnya, yang dipersembahkan Dwi Cindy Desyana di cabang dancesport, tak dihitung dalam perolan medali. Nomornya dianggap hanya menjadi eksebisi karena hanya diikuti dua negara, Indonesia dan Filipina.

    Selain enam emas, Indonesia juga sudah mengumpulkan delapan perak dan tujuh perunggu. Koleksi itu mengantar kontingen naik ke urutan tiga besar, di bawah Filipina dan Thailand. Indonesia menggeser Thailand ke urutan keempat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.