SEA Games 2019: Pesan Terakhir Sang Ayah Untuk Edgar Xavier

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet wushu, Edgar Xavier Marvelo di Grand Heaven Pluit, Jakarta, Rabu, 4 Desember 2019. TEMPO/Irsyan

    Atlet wushu, Edgar Xavier Marvelo di Grand Heaven Pluit, Jakarta, Rabu, 4 Desember 2019. TEMPO/Irsyan

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekitar 50 karangan bunga berdiri rapi di depan ruangan 812 Grand Heaven Pluit, Jakarta. Karangan bunga itu merupakan ucapan belasungkawa atas meninggalnya Lo Tjiang Meng alias Ameng. Jenazah yang bersemayam di ruang 812 adalah ayah dari atlet wushu peraih medali emas SEA Games 2019, Edgar Xavier Marvelo.

    Sekitar pukul 11.00 WIB, Edgar yang membawa pulang dua SEA Games 2019 kembali mendatangi Grand Heaven. Ia mengatakan pas tiba di Jakarta dari Manila  menyempatkan diri langsung melihat jenazah ayahnya. 

    Informasi mengenai kondisi Ameng, kata Edgar, didapatkan dari keluarga. Pada Senin malam, 2 Desember 2019, pintu kamarnya diketok oleh manajer tim Wushu Iwan Kwok. "Ketika dibuka dia cuma ngasih handphone dan yang ngomong saat itu koko (Eusebius Navalo Tritama). Katanya Papa kena serangan lagi," ucap Edgar, Rabu, 4 Desember 2019.

    Mendengar kabar itu, ia tetap tenang. Sebab, sekitar empat bulan lalu sang ayah sudah menjalani pemasangan ring pada jantung. Menurut Edgar, rasa kaget muncul ketika Navalo menyebut Ameng sudah tidak sadarkan diri dan hanya bisa dipasangi alat pendekteksi detak jantung. "Saya ngomong sama Papa, cuma yah Papa gak ada respon," kata dia.

    Melalui sambungan telepon, Edgar meminta ayahnya supaya berjuang melawan penyakit jantung. Edgar pun berjanji bakal berjuang merebut medali emas di SEA Games 2019. "Aku cuma bilang, Yah kita sama-sama berjuang. Papa sudah berjuang dan kini saatnya aku yang berjuang," tutur Edgar.

    Edgar mengenang sekitar dua bulan sebelumnya, Ameng masih menyempat diri menonton aksinya dalam Kejuaraan Dunia Wushu di Shanghai. Ia sempat bersedih waktu itu karena sebelum kembali ke Indonesia, Ameng mengalami keracunan makanan.

    Menurut Edgar, Ameng lantas menjalani perawatan karena gangguan ginjal dan jantung. Di sela-sela kejuaraan itu, ia menyempatkan bertemu sang ayah yang menitip pesan untuk menjaga seluruh keluarga. "Dia bilang kamu ini best of the best. Terus dia bilang, kamu harus terus fight sampai kapanpun," ungkap dia.

    Dalam kesempatan itu, Edgar menyemangati ayahnya supaya bisa sembuh dan kembali beraktivitas. Ia pun kembali menjalani uji coba di Cina usai bertemu ayahnya. "Akhirnya Papa bisa pulang ke Indonesia dengan sehat. Benar-benar sehat, segar, papa kirim foto, terus nafsu makan papa sudah ada," sebut Edgar.

    Usai menjalani pemusatan latihan di Cina, Edgar masih sempat kembali ke Indonesia sebelum berangkat ke Manila. Selama tiga hari di Tanah Air, ia menyempatkan diri bercengkerama dengan ayahnya. "Sempat makan keluarga ramai-ramai," kata dia.

    Setelah berangkat ke Manila, kata Edgar, ternyata ayahnya masuk lagi ke rumah sakit. Ameng melarang keluarga mengabarkan kondisinya ke Edgar karena tidak ingin mengganggu konsentrasi di SEA Games 2019. "Sampai dia masuk ICU hari Senin pun, dia pesan ke Mama agar jangan kasih tahu Marlo (panggilan Edgar)," ungkap dia.

    Ia baru mendapat kabar setelah Ameng menjalani Cardiopulmonary resuscitation (CPR) selama 30 menit. Menurut dia, keluarga lantas berunding untuk menyampaikan kondisi terakhir sang ayah. "Keluarga sudah berunding dan akhirnya ingin kabarin saya agar bisa bicara sama Papa," kata dia.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.