Klasemen Medali SEA Games 2019 Sabtu Pagi dan Peluang Emas

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dea Salsabila Putri (kiri) meraih medali emas dalam cabang olahraga modern pentathlon - beach triathle individual putri SEA Games 2019 pada Jumat, 6 Desmeber 2019. Instagram/@Timindonesiaofficial

    Dea Salsabila Putri (kiri) meraih medali emas dalam cabang olahraga modern pentathlon - beach triathle individual putri SEA Games 2019 pada Jumat, 6 Desmeber 2019. Instagram/@Timindonesiaofficial

    TEMPO.CO, Jakarta - Pada hari ketujuh SEA Games 2019, Sabtu, 7 Desember 2019, kontingen Indonesia akan berjuang menjaga posisi dua besar. Kini posisi itu berhasil diraih berkat raihan 40 medali emas, 41 perak dan 47 perunggu.

    Pada Sabtu ini sejumlah peluang medali emas tersaji bagi Indonesia. Cabang olahraga beladiri bisa menjadi tumpuan, selain tenis dan dayung.

    Untuk cabang olahraga beladiri ada tiga yang dipertandingkan yaitu karate di WTC Metro Manila. Ada beberapa nama yang diharapkan mampu menyumbangkan medali emas di antaranya adalah Ahmad Zigi Zaresta Yuda dari nomor kata perorangan.

    Berikutnya cabang olahraga judo di Laus Grup Event Center Pampaga. Nomor tim akan menjadi andalan untuk menyumbang medali emas dan berikutnya adalah taekwondo. Pada cabang beladiri asal Korea itu nomor mixed recognized poomsae menjadi andalan lewat I Kadek Dwipayana dan Defia Rosmaniar.

    Tenis setelah menyumbang emas lewat Aldila juga berpeluang menambah dua medali emas lewat ganda putri Beatrice Gumulya/Jessy Rompies serta ganda campuran Aldila Sutjiadi/Christopher Rungkat. Pertandingkan sendiri berlangsung di RMSC Tennis Court.

    Pada partai puncak pasangan Aldila Sutjiadi (24 tahun) dan Christopher Rungkat (29 tahun) akan menghadapi pasangan senior asal Thailand Sanchai Ratiwatana (37 tahun) dan Tamarine Tanasugarn (42 tahun)

    “Kami harus bermain agresif karena lebih muda dari segi umur dan unggul dalam kecepatan,” kata Aldila usai meraih emas nomor tunggal putri.

    Dari Subic, cabang olahraga dayung mempunyai peluang besar untuk mendulang emas. Dari kano ada nama Andriyani Riska dari nomor 200 meter putri. Sedangkan dari rowing ada nomor men pair yang akan diperebutkan oleh Ferdiansyah dan kawan-kawan.

    Berikutnya dari klaster Luzon dan sekitarnya. Cabang olahraga skateboard diharapkan mampu menyumbangkan emas pertama bagi kontingen Indonesia. Sanggoe Darma Tanjung yang turun di nomor men street diharapkan mampu memecah kebuntuan emas.

    Begitu juga dengan balap sepeda. Meski persaingan bakal ketat di nomor team time trial (TTT) putra. Aiman Cahyadi dan kawan-kawan diharapkan mampu membuat kejutan dengan merebut emas. Thailand dan tuan rumah Filipina bakal menjadi lawan terberat.

    "Insha Allah kita berusaha dulu. Untuk hasil serahkan sama yang Maha Kuasa," kata salah satu pebalap Indonesia, Aiman Cahyadi saat dikonfirmasi sebelumnya.

    Dari cabang permainan, tim basket Indonesia bakal kembali unjuk kemampuan. Kemenangan dari Malaysia pada pertandingan sebelumnya akan menjadi modal bagi Andara Prastawa untuk melawan Kamboja di Mall of Asia Metro Manila.

    Sepak bola tidak ketinggalan, anak asuh Indra Sjafri akan menjalani pertandingan semifinal melawan Myanmar di Rizal Memorial Stadium. Evan Dimas dan kawan-kawan diharapkan meraih kemenangan demi menjaga asa emas yang terakhir kali di rebut pada SEA Games 1991 Filipina.

    Saat ini kontingen Indonesia berada di posisi dua klasemen perolehan medali dengan raihan 40 medali emas, 41 perak dan 47 perunggu. Untuk posisi puncak ada Filipina dengan 71 emas, 55 perak dan 50 perunggu dan di bawah Indonesia ada Vietnam dengan raihan 38 emas, 41 perak dan 52 perunggu.

    Simak klasemen medali SEA Games 2019 hingga Sabtu pagi:

    No NegaraEmasPerakPerunggu
    1Filipina715550
    2Indonesia404147
    3Vietnam384152
    4Singapura322236
    5Malaysia282036
    6Thailand233643
    7Myanmar21024
    8Kamboja2417
    9Brunei155
    10Laos0312
    11Timor Leste000

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?