SEA Games 2019: Ahmad Zigi dan Krisda Aprilia Raih Emas Karate

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karateka putra Indonesia Ahmad Zigi Zaresta memperagakan jurus pada final Karate nomor kata putra perorangan di KLCC, Kuala Lumpur Malaysia, 22 Agustus 2017. Ahmad Zigi memperoleh perak setelah kalah dari atlet Malaysia Lim Chee Wei. ANTARA FOTO

    Karateka putra Indonesia Ahmad Zigi Zaresta memperagakan jurus pada final Karate nomor kata putra perorangan di KLCC, Kuala Lumpur Malaysia, 22 Agustus 2017. Ahmad Zigi memperoleh perak setelah kalah dari atlet Malaysia Lim Chee Wei. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua atlet karate Indonesia, Ahmad Zigi Zaresta Yudha dan Krisda Aprilia, sama-sama menyumbangkan emas di pelaksanaan SEA Games 2019 hari ketujuh yang berlangsung di World Trade Center (WTC), Pasay City, Metro Manila, Sabtu.

    Zigi yang sebelumnya memang dijagokan, mampu menggondol emas di nomor kata perorangan putra dengan meraih catatan total 25.06 poin.

    Sedangkan pesaingnya Vasquez John Enrico dari Filipina meraih perak dengan 24.06 poin, dan perunggu diraih Sukyik Pikanet dari Thailand dengan catatan 23.06 poin.

    Raihan emas Zigi ini meneruskan prestasi yang ia raih dari kejuaraan-kejuaraan dunia sebelumnya.

    Pada SEA Games 2017 di Malaysia, dia menyumbangkan medali perak, dan pada Asian Games 2018, Zigi meraih medali perunggu

    Sementara untuk nomor yang sama kategori putri, Krisda Aprilia juga meraih emas dengan catatan 24,12 poin, dan perak diraih Pangilinan Sarah dari Filipina 23,68 poin.

    Untuk perunggu diraih Tararattanakul Monsicha dari netgeri Gajah Putih, Thailand yang mencatatkan 23,08 poin.

    Tambahan dua emas dari karate ini membuat koleksi emas Indonesia secara umum bertambah, dan kini mencapai 46 emas, 45 perak, dan 50 perunggu, serta masih bertahan di posisi kedua klasemen sementara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.