Komentar Praveen / Melati Setelah Meraih Emas di SEA Games 2019

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan ganda campuran Indonesia Praveen Jordan - Melati Daeva Oktavianti saat tampil di SEA Games 2019. badmintonindonesia.org

    Pasangan ganda campuran Indonesia Praveen Jordan - Melati Daeva Oktavianti saat tampil di SEA Games 2019. badmintonindonesia.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Ganda campuran Indonesia Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti sukses merebut medali emas nomor perorangan SEA Games 2019. Berlangsung di Muntinlupa Sports Complex, Filipina, Praveen / Melati mengalahkan Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie dari Malaysia melalui tiga game dengan skor 21-19, 19-21, 23-21.

    Medali emas ini merupakan yang pertama buat Melati. Sementara untuk Praveen ini menjadi yang kedua setelah sebelumnya mendapat emas pada SEA Games 2015 di Singapura dengan Debby Susanto.

    “Yang pasti bangga, senang juga bisa kasih medali emas buat Indonesia. Apalagi buat saya ini yang pertama kali ikut SEA Games,” kata Melati ditemui seusai laganya.

    “Ini emas kedua dengan pasangan berbeda, senang karena bisa memberikan medali emas buat Indonesia. Ini kan yang menjadi harapan semua atlet ya, mau cabang olahraga apa pun pasti ingin. Apalagi ini SEA Games dan bisa menyanyikan lagu Indonesia Raya,” kata Praveen.

    Praveen / Melati mengungkapkan bahwa pertandingan ini berlangsung cukup sengit. Kondisi angin menjadi faktor besar yang mempengaruhi jalannya pertandingan ini.

    Pada game pertama, Praveen/Melati yang tertinggal 0-3 menyusul dan merebut angka 10-7. Keduanya lalu sempat ketinggalan lagi dengan 13-16. Namun Praveen/Melati lagi-lagi berhasil membalikkan keadaan dan memastikan kemenangan 21-19.

    Di game kedua, Praveen/Melati harus mengalami kekalahan setelah beradu ketat. Masuk ke game tiga, Praveen/Melati harus tertinggal lebih dulu sebelum akhirnya kembali ketat. Poin-poin akhir pun berlangsung semakin menegangkan.

    Praveen/Melati yang semula ketinggalan 17-19, kemudian membalikkan keunggulan menjadi 20-19. Namun satu poin terakhir tak bisa langsung diamankan pasangan Indonesia tersebut. Mereka harus terlibat dua kali setting point sebelum akhirnya menang 23-21.

    “Pertandingan hari ini berjalan cukup sengit dan bikin jantungan. Mungkin karena lapangannya berangin, lawan jadinya enggak enak. Kami juga enggak enak. Tapi kami komunikasi saja, jadi strategi kami lebih masuk ke pola permainan," kata Praveen.

    Menurut Praveen, penampilannya bersama Melati di final SEA Games ini bukan permainan terbaik mereka. Penyebabnya adalah angin.

    Kemenangan ini menjadi yang ketiga kalinya buat Praveen/Melati atas Goh/Lai. Sebelumnya mereka juga pernah mengalahkan Goh/Lai pada New Zealand Open 2019 dan Hong Kong Open 2018.

    PBSI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?