Soal Formula E, Ini Pendapat Ketua DPRD DKI Jakarta

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi (kanan), menjawab pertanyaan wartawan sebelum membuat LHKPN, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, 23 Januari 2019. Prasetyo menyebut total harta yang dimilikinya berjumlah Rp 20 miliar dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara yang disampaikannya. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi (kanan), menjawab pertanyaan wartawan sebelum membuat LHKPN, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, 23 Januari 2019. Prasetyo menyebut total harta yang dimilikinya berjumlah Rp 20 miliar dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara yang disampaikannya. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi berpendapat soal rencana Formula E Jakarta tidak perlu diseret-seret ke masalah politik.

    Politikus PDIP yang juga penggiat olahraga otomotif itu menganggap justru kegiatan semacam Formula E ini diperlukan untuk menghibur dan mendinginkan suasana politik Jakarta yang panas.

    “Jakarta perlu suasana yang lebih santai, tidak panas terus seperti yang terjadi saat ini. Kita sudah sumpek dengan berbagai rutinitas persoalan di ibu kota, jadi tidak ada salahnya dibuat santai sebentar,” ujar Pras, panggilan akrab sang Ketua DPRD.

    akarta E-Prix 2020 diadakan sebagai promosi untuk Formula E yang bakal diadakan pada 6 Juni 2020 dengan memanfaatkan Monumen Nasional sebagai sirkuit, Jakarta, Jumat, 20 September 2019. TEMPO/Irsyan

    Pras juga memandang bahwa anggaran yang diperlukan penyelenggaraan Formula E tidak bisa disebut terlalu mahal.

    “Biaya Rp. 1,6 triliun itu kan untuk lima kali penyelenggaraan, bukan satu kali. Menurut saya sepanjang masalah anggaran ini transparan, tidak jadi masalah,” kata Pras lagi.

    Formula E Jakarta menurut rencana direncanakan digelar di sirkuit jalan raya yang dibangun di kawan Monas. Balap mobil listrik ini dijadwalkan pada 6 Juni 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?