SEA Games 2019: Ganda Putra Hanya Dapat Perunggu, Ini Evaluasinya

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/Ade Yusuf dipaksa bermain tiga game pada pertandingan perdananya di nomor perorangan SEA Games 2019. Badmintonindonesia,org

    Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/Ade Yusuf dipaksa bermain tiga game pada pertandingan perdananya di nomor perorangan SEA Games 2019. Badmintonindonesia,org

    TEMPO.CO, Jakarta - Sektor ganda putra hanya meraih perunggu pada SEA Games 2019. Medali itu dipersembahkan Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/Ade Yusuf.

    Di babak semifinal, Wahyu/Ade dihentikan unggulan dua asal Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, dengan skor 12-21, 21-18, 19-21. Ganda putra Indonesia lain yang menjadi unggulan pertama, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, kandas di babak perempat final.

    Herry Iman Pierngadi, pelatih ganda putra Pelatnas PBSI, menilai hasil itu tak terlalu mengecewakan. “Menurut saya mereka main sudah benar dan maksimal. Dengan kondisi lapangan seperti ini, angin yang kencang, menang angin, kalah angin, walaupun kalah saya surprise dengan penampilan mereka. Menurut saya cukup baik, walaupun kalah. Karena kan main bagus tidak selalu menang, atau main jelek pasti kalah. Mereka hanya kurang beruntung di poin tertentu,” kata dia seperti dikutip laman PBSI.

    Herry mengatakan Wahyu/Ade memiliki potensi yang cukup bagus ke depannya untuk tampil lebih baik. Level permainan mereka pun dinilai Herry tak jauh dari dua pemain terbaik Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.

    “Level mereka tidak terlalu jauh dengan ganda putra kita yang terbaik saat ini. Tapi memang karena rangking mereka terlalu jauh, jadi saat turnamen di babak-babak awal drawnya sudah ketemu pemain papan atas,” kata Herry.

    Ia melanjutkan, “Tetap harus ada yang ditingkatkan dari mereka berdua. Terutama Ade Yusuf tenaga tangannya harus ditambahin lagi, supaya mainnya bisa lebih tahan lama dan konsisten. Bukan berarti jelek, tapi harus ditingkatkan lagi supaya bisa bersaing di level atas.”

    Herry justru tak puas dengan penampilan Fajar/Rian. Pasangan yang diandalkan Herry pada turnamen ini justru tak bisa maksimal di lapangan. keduanya terhenti di perempat final dari Bodin Isara/Maneepong Jongjit (Thailand).

    "Buat Fajar Rian penampilan mereka tidak baik dan terus merosot. Mereka harus memperbaiki semuanya. Baik dari segi teknik, mental dan semuanya," kata dia.

    Bila perbaikan tak dilakukan, keduanya bisa tersusul Wahyu/Ade atau bahkan oleh pemain junipr Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin. "Karena tahun depan kesempatan akan terus terbuka. Siapa yang tidak bisa memanfaatkan kesempatannya, bisa jadi tersusul dengan pemain-pemain lapis lainnya. Ini warning buat mereka sendiri. Karena mereka saat ini sudah masuk lima besar dunia, tapi kualitas permainannya masih kurang sesuai. Saya kecewa sekali dengan penampilan mereka di SEA Games saat ini,” kata Herry.

    Herry menunjuk hal-hal yang perlu diperbaiki. “Kepercayaan diri mereka masing-masing harus ditingkatkan. Waktu beregu penampilan Rian di bawah performa sekali. Begitu main perorangan sudah lumayan, tapi gantian Fajarnya yang kurang. Jadi gantian terus. Dua-duanya harus introspeksi diri masing-masing,” kata dia.

    Di SEA Games 2019 ini, Indonesia meraih tiga emas bulu tangkis dari nomor beregu putra, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, serta Praveen Jordan/Melati Daeva.

    BADMINTON INDONESIA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H