Setelah SEA Games 2019, Angkat Besi Persiapan ke Olimpiade 2020

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lifter Indonesia Eko Yuli Irawan (tengah) menggigit medali seusai penganugerahan medali Angkat Besi 61Kg Putra SEA Games ke-30 di Stadion RSMC Nino Aquino, Manila, Filipina, Senin 2 Desember 2019. Eko Yuli Irawan berhasil mengangkat total beban 309Kg sehingga meraih medali emas disusul lifter Vietnam Thach Kim Tuan meraih medali perak dan lifter Malaysia Muhamad Aznil Bin Bidin meraih medali perunggu. ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana

    Lifter Indonesia Eko Yuli Irawan (tengah) menggigit medali seusai penganugerahan medali Angkat Besi 61Kg Putra SEA Games ke-30 di Stadion RSMC Nino Aquino, Manila, Filipina, Senin 2 Desember 2019. Eko Yuli Irawan berhasil mengangkat total beban 309Kg sehingga meraih medali emas disusul lifter Vietnam Thach Kim Tuan meraih medali perak dan lifter Malaysia Muhamad Aznil Bin Bidin meraih medali perunggu. ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah menyabet empat medali emas di SEA Games 2019 Filipina, lifter Indonesia langsung mempersiapkan diri untuk tampil di Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang. Pelatih pelatnas angkat besi Dirja Wihardja mengatakan tantangan di Olimpiade dua kali lipat lebih berat dibandingkan SEA Games.

    "Buat sekeping emas Olipiade, persiapan harus lebih dahsyat," kata Dirja saat dihubungi Tempo, Rabu, 11 Desember 2019.

    Dirja menuturkan saat ini atlet angkat besi di pelatnas tengah berburu poin untuk bisa lolos ke Olimpiade. Ia mengatakan baru Eko Yuli Irawan, lifter Indonesia yang mengantongi tiket Olimpiade. Eko yang sebelumnya menyabet medali emas SEA Games 2019 di kelas 61 kilogram, akan bertanding di nomor yang sama.

    "Kami tidak mau satu atlet saja, mungkin bisa tiga sampai empat atlet," kata Dirja.

    Kepada atlet yang disiapkan tampil di ajang olahraga internasional empat tahun sekali itu, Dirja memberikan porsi latihan khusus yang bertujuan untuk bisa meningkatkan total angkatan mereka. Tujuannya agar target poin untuk lolos Olimpiade bisa terpenuhi.

    "Kayak Eko Yuli total angkatan 309 kilogram, ke depan harus bisa 310 kilogram atau 311 kilogram supaya poinnya lebih tinggi," Dirja menjelaskan.

    Menurut Dirja, perjuangan keras harus ditempuh oleh lifter supaya bisa mencapai target ke Olimpiade. Apalagi saat ini aturannya sudah berbeda, tidak cukup hanya dengan menggenjot poin negara atau tim untuk dapat kuota banyak.

    "Dulu cukup dapat 100 poin tim sudah bisa meloloskan empat atlet. Kalau sekarang per individu per atlet," tuturnya.

    Ia menambahkan, atlet peraih medali emas di SEA Games 2019 kemarin mempunyai modal untuk bisa mendapatkan tiket ke Olimpiade 2020. Mereka adalah Deni pada kelas 69 kilogram, Windy Cantika Aisah di kelas 49 kilogram, dan Rahmat Erwin Abdullah di kelas 73 kilogram.

    Sebagai upaya mendapatkan kuota atlet ke Olimpiade, kata Dirja, para lifter itu akan dikirim untuk mengikuti event pada tahun mendatang, yakni Kejuaran Dunia Junior, Kejuaraan Asia Junior, dan Kejuaraan Asia.

    Menurut Dirja, lifter yang berpeluang lolos ke Olimpiade yakni Nurul Akmal dan Triyatno. "Nanti tanggal 18 Desember, kedua atlet itu bakal berlaga di Qatar Open untuk mengejar poin Olimpiade," ujarnya.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?