Kata Menteri PUPR Soal Pembangunan 4 Veneu PON 2020 Papua

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono memberikan bonus bagi atlet peraih medail SEA Games 2019 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis, 12 Desember 2019. TEMPO/Irsyan

    Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono memberikan bonus bagi atlet peraih medail SEA Games 2019 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis, 12 Desember 2019. TEMPO/Irsyan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menganggarkan Rp 936,8 miliar dalam pembangunan empat arena olahraga (venue) untuk mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional XX atau PON 2020 di Provinsi Papua.

    Empat arena olahraga sedang dibangun Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya di Kabupaten Jayapura, yakni arena akuatik dan Istora Papua Bangkit di kawasan Olahraga Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur dan venue cricket dan lapangan hockey (indoor dan outdoor) di kompleks olahraga Doyo Baru, Distrik Waibu.

    Menteri PUPR Basuki Hadimuljono terus mendorong percepatan penyelesaian pembangunan venue olahraga dalam mendukung PON XX di Papua yang berlangsung pada 20 Oktober – 2 November tahun 2020. "Iya yang Papua kami ada beberapa itu, Papua Bangkit dan hockey. Nanti Juni 2020 jadi," kata dia usai acara pemberian bonus atlet SEA Games 2019 di Hotel Grand Sahid, Kamis, 12 Desember 2019.

    Menurut dia, pembangunan seluruh veneu yang menjadi wewenang Kementerian PUPR berjalan sesuai perencananaan. Basuki menyebutkan proses monitoring dan evaluasi rutin dilakukan untuk memastikan tidak ada kendala yang bisa menghambat proses pengerjaan. "Kami mempunyai Satker (Satuan Kerja) dan balai di sana," ungkap dia.

    Sebelumnya, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana dan Permukiman Wilayah II Provinsi Papua Anggoro Putro mengatakan progres pembangunan arena akuatik yang telah mulai sejak Desember tahun 2018, hingga 21 Juni 2019 progres pengerjaannya mencapai 16,4%. Capaian pengerjaan fisik tersebut lebih cepat dari rencana sebesar 13,8%.

    "Arena akuatik ditargetkan selesai pada Juli tahun 2020. Biayanya dari APBN Kementerian PUPR sebesar Rp 389,6 miliar yang dibagi dalam tiga kontrak, yakni pekerjaan konstruksi sebesar Rp 381 miliar, konsultan manajemen konstruksi sebesar Rp 6,7 miliar, dan pengawasan berkala sebesar Rp 1,8 miliar," kata dia.

    Saat ini pembangunannya sudah memasuki tahap pengerjaan kolam diving, pembersihan pile cap, bekisting balancing tank, dan pabrikasi kolom area tribun. Nantinya area akuatik, kata Anggoro, akan dilengkapi dengan fasilitas kolam yang sesuai dengan standar Federation Internationale de Natation (FINA) yang merupakan induk organisasi internasional olahraga renang.

    Selain itu, dia menambahkan, juga dilengkapi tata lampu berstandar field of play (FOP), alat penghitung waktu pertandingan (master clock) di lantai 1 dan lantai 2, papan skor serta tata suara, tata udara, kamera pengawas (CCTV), dan tribun penonton. "Kemudian dilengkapi fasilitas parkir, landskap, drainase, dan bangunan penunjang disesuaikan dengan batas kawasan," kata dia.

    Pembangunan Istora Papua Bangkit telah dimulai November 2018, Anggoro menyebutkan saat ini progresnya mencapai 25,3% atau lebih cepat dari rencana 23,4%. Pengerjaannya masuk tahap pengecoran lantai kerja dan pembersihan tie beam. Kontrak pekerjaan konstruksi dikerjakan PT PP (Persero) dengan biaya sebesar Rp 257,5 miliar, konsultan manajemen sebesar Rp 4,8 miliar, dan pengawasan berkala sebesar Rp 1,4 miliar. "Total anggarannya sebesar Rp 263,8 miliar dan ditargetkan selesai Juni tahun 2020," kata dia.

    Untuk arena akuatik dan istora berada di kawasan olahraga Kampung Harapan seluas 32 Ha. Anggoro menyebut bahwa kompleks ini juga telah dibangun Stadion Utama Papua Bangkit yang dilengkapi papan skor dari Itali, peralatan sistem waktu dari Swiss, dan lampu LED standar FIFA dari Jerman dengan kekuatan 1.800 Lux. "Kemudian fasilitas lain, yakni lapangan latihan/pemanasan, zona aman stadion, dan area parkir " ucap dia.

    Pembangunan arena cricket dan lapangan hockey (indoor dan outdoor) telah mencapai 13% atau lebih cepat dari rencana 9,2%. Saat ini tengah dikerjakan pengecoran pile cap arena cricket, pengecoran borepile hockey indoor, pengecoran kolom beton hockey outdoor, dan bekisting GWT Hockey Indoor dan Hockey Outdoor.

    Menurut Anggoro, biaya pembangunannya sebesar Rp 283,4 miliar yang dibagi tiga kontrak, yakni konstruksi sebesar Rp 277 miliar, konsultan manajemen Rp 4,9 miliar dan pengawasan berkala sebesar Rp 1,5 miliar. Pembangunan venue cricket dan hockey mulai dilaksanakan sejak Desember 2018 dan ditargetkan selesai pada Juni 2020. "Semua proyek menjadi tanggung jawab Ditjen Cipta Karya termasuk pendampingan dari Balai Prasarana Permukiman Provinsi Papua, Ditjen Cipta Karya," kata dia.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.